Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Oktober 2022 | 03.31 WIB

Pilar Keropos dan Plafon Ambrol, Siswa SDN Karah 3 Belajar Dua Sif

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Masih ada fasilitas pendidikan sekolah dasar (SD) di Surabaya yang kondisinya cukup memprihatinkan. Salah satunya SDN Karah 3 yang fondasi bangunannya sudah tidak aman. Keselamatan murid pun sangat diperhatikan oleh para guru.

Kegiatan pembelajaran di sekolah yang terletak di Jalan Ketintang Selatan itu kini terbatas. Pasalnya, tiga ruang kelas tak lagi digunakan karena pilar penyangga sudah keropos. Selain itu, plafon luar dan dalam kelas terlihat tidak kokoh dan ada yang ambrol. ’’Itu sederet bangunan melengkung semua pilarnya,’’ terang Kepala SDN Karah 3 Surabaya Satrio Budiyanto kemarin (13/10).

Kondisi itu diketahuinya Agustus lalu. Dia menduga hal itu lantaran sekolah tersebut berdiri sejak 1978. Meski instansi terkait pernah melakukan rehabilitasi, sifatnya hanya eksterior.

Hingga akhirnya tim ahli dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya melakukan survei dan berkata bahwa bangunan itu tak layak pakai. ’’Beliau bilang ini berbahaya. Ada pilar yang patah dan keropos. Dulu pernah diperbaiki, tapi retak lagi,’’ ucap pria yang menjabat sejak 2017 itu.

Sesuai arahan dispendik, Satrio segera mengosongkan tiga ruang kelas tersebut. Sebab, bangunan itu diprediksi roboh ke arah selatan sewaktu-waktu. Kini, pihak sekolah memberi alternatif berupa sistem pembelajaran dua sif.

Wali murid pun memahami kondisi itu dan memprioritaskan keselamatan anak. ’’Info yang saya dapat, sekolah ini jadi prioritas dan akan dibangun ulang oleh dispendik. Tapi, tidak tahu kapan,’’ jelasnya.

Kabid SD Dispendik Surabaya Munaiyah menambahkan, pihaknya sudah melakukan pendataan. Menurut dia, pembangunan saat ini diutamakan bagi sekolah yang telah memasuki tahap pembangunan. Selain itu, kondisi sekolah yang rusak bukan cuma SD, tetapi juga PAUD, TK, dan SMP. ’’Kan tahun ini sudah mau berakhir,’’ katanya.

Di sisi lain, anggota dewan pendidikan Sita Pramesthi menyarankan agar dispendik melakukan outreach setiap tahun untuk mengecek kondisi fisik sekolah.

Meskipun pihak sekolah tidak melapor ke dispendik, dia berharap dispendik lebih proaktif. Misalnya, melalui pihak kecamatan. ’’Karena mendekati musim hujan. Jangan sampai kejadian yang tidak diinginkan terjadi di Surabaya,’’ tuturnya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore