
Ilustrasi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya memadamkan kebakaran di lahan terbuka di Kota Surabaya. Diskominfo Surabaya/Antara
JawaPos.com–Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya menambah Pos Pemadam Kebakaran di Balas Klumprik, Wiyung. Pos itu bertujuan untuk mempercepat capaian respons time (masa tanggap).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Dedik Irianto mengatakan, Pemkot Surabaya memiliki 21 pos pemadam kebakaran yang lokasinya tersebar di seluruh wilayah Kota Pahlawan.
”Kami punya 21 pos. Tahun ini ada tambahan satu pos lagi di Balas Klumprik. Karena dulu waktu 5 tahun sebelumnya, perkembangan perumahan di sana tidak seramai sekarang,” kata Dedik seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, selama ini, pihaknya menerapkan respons time 7 menit Pelayanan Pemadaman Gratis (Roti 7 Lapis) yang merupakan inovasi DPKP Surabaya. Satu pos pemadam itu bisa menjangkau lokasi kebakaran terjauh hingga 3,5 meter dalam kurun waktu maksimal 7 menit.
”Kami punya 21 pos. Kalau ditarik 3,5 kilometer itu kami sudah bisa mencakup 94 persen. Artinya, paling jauh titik kebakaran itu 3,5 kilometer. Sehingga kami berani menerapkan respons time 7 menit,” ujar Dedik Irianto.
Selain dukungan keberadaan pos yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pahlawan, kata dia, kecepatan dalam menangani kebakaran itu juga didukung Surabaya Intelligent Transport System (SITS). Sehingga saat kendaraan pemadam meluncur ke lokasi kebakaran, traffic light dapat dihijaukan.
”Kami dibantu SITS untuk traffic light. Sehingga pada saat meluncur lokasi kebakaran, traffic light dihijaukan terus sehingga kami bisa menjangkau lokasi dalam 7 menit,” terang Dedik.
Selain dukungan keberadaan pos-pos dan SITS, kata dia, kehadiran kendaraan bronto skylift juga menjadi bukti komitmen pemkot dalam memaksimalkan upaya pemadaman jika terjadi kebakaran di gedung bertingkat.
Dedik menyebut, saat ini Pemkot Surabaya memiliki empat unit bronto skylift yang terbagi menjadi tiga spek yakni 1 unit bronto skylift 104 meter, satu unit bronto skylift 55 meter, dan 2 unit bronto skylift 42 meter.
”Bronto skylift kami ada tiga spek dengan jumlah empat unit. Jadi, Insya Allah ini sudah maksimal,” ujar Dedik Irianto.
Dedik menambahkan, kendaraan tempur DPKP Surabaya berjumlah total 78 unit. Puluhan kendaraan tempur pemadam itu mulai dari yang roda dua hingga roda 16.
”Untuk roda dua kami punya walang kadung dan walang kekek. Kemudian ada mobil tempur SCBA (Self Contain Breathing Apparatus), bronto skylift, mobil tangga, serta mobil phyton yang dapat dipasang selang hingga 6 kilometer,” ucap Dedik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
