
Photo
JawaPos.com- Kondisi gedung puskesmas pembantu (pustu) di Desa Kedungsumur, Kecamatan Krembung, Sidoarjo, saat ini cukup memprihatinkan. Beberapa bagian tampak rusak. Kemarin (28/9) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo meninjau langsung kerusakan di fasilitas kesehatan tersebut.
Kepala Dinkes (Kadinkes) Sidoarjo Fenny Apridawati bersama Kades Kedungsumur Muntolip dan Kepala Puskesmas Krembung Djoko Setijono datang langsung ke lokasi. Saat masuk, terlihat plafon di ruang tengah pustu itu bolong separo. Tampak semacam penyangga dari kayu darurat untuk menahan plafon. Sayangnya, penyangga itu tidak bertahan lama. Plafon tetap ambruk. ”Kami buat beberapa tahun lalu. Saya lihat sudah agak mau copot gitu,” kata Muntolip kemarin.
Di ruang periksa dan ruang bidan, plafon juga hampir copot dari rangka kayunya. Dari bawah terlihat beberapa kayu sudah termakan rayap dan lapuk. Beberapa peralatan seperti alat untuk periksa gigi dan bed tampak sudah tua sehingga butuh peremajaan kembali.
Muntolip menjelaskan, pustu di wilayahnya itu kali terakhir menjalani peremajaan pada 2006. Karena kondisinya sudah tidak layak, dia meminta pustu tersebut bisa diperbaiki, bahkan naik status.
”Kalau ingin saya, memang jadi naik. Dari puskesmas pembantu jadi puskesmas dan sekalian dibesarin lagi karena lahan belakang dihibahkan saat musyawarah desa kapan lalu,” ungkapnya. Setelah dihibahkan, total luas lahan yang dimiliki pustu sekitar 750 meter persegi.
Keinginan Muntolip ternyata mendapat sambutan hangat dari Kadinkes. Menurut Fenny, kenaikan status dari pustu ke puskesmas perlu segera dilakukan mengingat jumlah penduduk di Krembung cukup banyak. Yakni, mencapai 72 ribu jiwa. ”Ini jelas menjadi penyangga dan tujuan utama desa di wilayah Krembung Timur hingga Porong Barat,” jelasnya.
Selain itu, menurut Fenny, idealnya memang satu puskesmas hanya melayani sekitar 30 ribu orang. ”Kalau lebih, harus ditambah buat akomodasi yang lain,” tuturnya.
Walau begitu, menurut dia, beberapa pihak meminta semestinya feasibility study (FS) atau studi kelayakan dilakukan sebelum Pustu Kedungsumur diubah menjadi puskesmas. ”Ini masih kami coba koordinasikan lagi. Kalau bisa, secepatnya karena ini memang dibutuhkan,” tegasnya.
Untuk perbaikan pustu, pihaknya masih menunggu keputusan alokasi APBD. Nanti Pustu Kedungsumur diupayakan naik status menjadi puskesmas pada 2023. ”Kasihan kalau gini. Ada yang mau periksa malah takut keambrukan,” ungkapnya.
Sebelumnya, tiga pustu di tiga kecamatan, yaitu Puskesmas Tambakrejo, Wonokasian, dan Tarik 2, akhirnya bisa naik status menjadi puskesmas dan mulai beroperasi. Fenny menyampaikan, akhir tahun ini ada tambahan satu puskesmas di Urangagung. ”Juga nanti ada perawatan di Puskesmas Porong dan Krian,” jelasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
