Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 September 2022 | 06.31 WIB

FK Unair Bantu Universitas Lambung Mangkurat Buat Prodi Orthopedi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com–Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) akan mendampingi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM) mendirikan program studi orthopedi dan kardiologi.

Kesiapan FK Unair disampaikan dekan Budi Santoso menyambut rombongan dekanat dan dokter dari FK ULM. ”Kami siap membimbing FK ULM. Semoga segera berproses untuk kemudian mendidik sendiri mahasiswa prodi spesialis,” ujar Budi Santoso.

Sebelumnya, FK Unair juga telah mendampingi FK ULM dalam mendirikan beberapa prodi. Di antaranya Prodi Obgyn, pendampingan berlangsung selama 7 tahun.

”Memang sudah menjadi persyaratan bahwa pendirian prodi baru harus didampingi, salah satunya seperti FK Unair yang mendampingi,” terang Budi.

Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mewakili pimpinan menyatakan, kesiapan RSUD Soetomo dalam mendukung pendirian prodi baru itu.

”Dalam pembukaan prodi baru ini tentu akan ada beberapa tantangan di lapangan. Semoga dengan support berbagai pihak, semoga prodi baru ini segera terwujud untuk Indonesia sehat ke depan,” tambah dia.

Dekan ULM Iwan Aflanie menjelaskan, pendirian prodi kardiologi dan orthopaedi menjawab permintaan dari kementerian kesehatan. Hal itu bertujuan untuk peningkatan pelayanan kesehatan, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

”Karenanya kami mohon bantuan untuk menumbuhkan benih yang ada di kami,” ujar Iwan.

Pendirian prodi baru itu, lanjut dia, merupakan komitmen FK ULM untuk membantu pemerintah mengatasi permasalahan kesehatan. Seperti kekurangan dokter beserta distribusinya.

Hal yang sama disampaikan Direktur RSUD Ulin Izaak Zoelkarnain Akbar. Sebagai rumah sakit rujukan utama milik di Provinsi Kalsel, pihaknya terus berproses menyempurnakan layanan.

”Ini merupakan upaya kami dalam menjawab tantangan gubernur untuk mendirikan dua prodi baru ini, orthopaedi dan kardiologi,” terang Izaak Zoelkarnain Akbar.

Tantangan utama dalam menjalankan rumah sakit di Kaltim, lanjut dia, adalah kesediaan sumber daya manusia (SDM). Sering kali dalam mengoperasikan beberapa departemennya, rumah sakit mendatangkan tenaga dokter spesialis dari Jawa. Namun sering kali dokter tersebut hanya bertahan 3-5 tahun saja.

”Karena itu, penting bagi kami mencetak dokter dari daerah kami sendiri,” tambah Izaak Zoelkarnain Akbar.

Apalagi ke depan, rumah sakit pendidikan itu ditunjuk pemerintah menjadi pusat rujukan jantung di Kalsel. Dia berharap kerja sama itu dapat berjalan dengan lancar dan lahir dokter-dokter spesialis Jantung dan orthopaedi yang andal.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore