
Photo
JawaPos.com- Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo berencana memanfaatkan Terminal Porong sebagai tujuan bus besar dari kabupaten yang berada di selatan maupun timur Sidoarjo. Selama ini pemberhentian bus besar hanya dilakukan di Terminal Bungurasih.
Bus besar juga tidak masuk Sidoarjo karena dari Porong langsung masuk tol hingga turun di Waru menuju Terminal Bungurasih. ”Kami ingin nanti bus besar yang dari selatan masuk ke Terminal Porong sehingga warga punya pilihan tempat turun,” ujar Kepala Dishub Sidoarjo Benny Airlangga.
Dia menyebutkan, bus dari selatan tersebut adalah bus besar dari Banyuwangi, Malang, Probolinggo, dan Pasuruan. Selama ini warga dari kawasan tengah maupun selatan Sidoarjo harus turun di Terminal Bungurasih. Padahal, jarak tengah kota ke Bungurasih bisa ditempuh dalam 40 menit. Belum lagi jika kondisi macet.
”Lalu lintas dari Sidoarjo ke Waru selalu padat. Misalnya, yang tujuannya tengah kota Sidoarjo pasti lebih memilih turun Porong. Sebab, dari Porong ke tengah kota lalu lintasnya lebih sepi dan tidak butuh waktu lama,” ungkapnya.
Termasuk bagi warga di sisi barat Sidoarjo seperti Krembung, Wonoayu, dan Tulangan. Mereka cukup jauh ketika harus menuju ke Terminal Bungurasih. Turun di tengah Sidoarjo juga tidak bisa karena bus masuk tol.
Nanti, dari Terminal Porong ke tengah Sidoarjo, penumpang juga bisa memanfaatkan bus Trans Jatim yang beroperasi sejak 19 Agustus. ”Dari bus besar, bisa pindah ke Trans Jatim bagi yang mau mengarah ke tengah kota,” tuturnya.
Namun, Benny belum menyebut realisasi rencana tersebut karena akan dibahas lebih detail. ”Saat ini masih digodok lebih lanjut,” katanya.
Sebab, banyak yang perlu disiapkan. Misalnya, lajur dan tempat ngetem untuk bus besar di Terminal Porong, koordinasi dengan PO bus, dan lainnya. Untuk menyiapkan rencana tersebut, pihaknya mengawalinya dengan penyiapan terminal. ”Perbaikan sudah, tapi butuh disiapkan lagi jika bus besar nanti masuk,” ujarnya.
Mulai fasilitas utama seperti ruang informasi, ruang tunggu penumpang, jalur kendaraan, dan jalur evakuasi hingga fasilitas penunjang seperti ruang untuk ibu menyusui, alat pemadam kebakaran, dan fasilitas untuk penumpang difabel. Bahkan. kios untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah disiapkan di sana.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
