Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Januari 2024 | 17.24 WIB

Transportasi Bus Listrik Surabaya Memasuki Masa Akhir, Begini Penjelasan Dishub Terkait Nasib Selanjutnya

Bus Listrik yang sedang mengaspal di Kota Surabaya (Sumber: Radar Surabaya)


JawaPos.com -
 Sejumlah bus listrik tiba di Surabaya sejak November 2023 lalu, tepatnya beberapa hari sebelum kota Pahlawan menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang bergengsi kelas internasional Piala Dunia U17.

Setelah beroperasi beberapa bulan, bus listrik warna hijau kombinasi putih itu, diketahui sudah mengaspal di sejumlah jalanan Kota Surabaya.

Langkah itu merupakan bagian dari uji coba bus listrik sebagai angkutan massal. Kendati demikian, saat ini Pemkot Surabaya hampir menyelesaikan uji coba armada bus listrik tersebut.

Tahap tersebut akan berakhir bulan Januari 2024, terkait kelanjutan pemakaian Dishub Kota Surabaya akan mengevaluasi hasil pemanfaatan armada tersebut.

Dikutip dari Radar Surabaya (JawaPos Group) pada Rabu (24/1), Kepala Dishub Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan uji coba itu komitmen Pemkot Surabaya dalam menekan polusi.

Trial launching tersebut disepakati hanya tiga bulan. Kemudian pihaknya akan merumuskan hasil evaluasinya untuk pengambilan kebijakan tentang kendaraan ramah lingkungan.

"Mulainya November kemarin dan perkiraan berakhir bulan ini atau awal Februari," tambahnya

Dia mengatakan bus listrik berasal dari perusahaan otobus swasta. Mereka meminjami Pemkot Surabaya untuk melakukan penjajakan terlebih dahulu.

Jika sesuai hasil evaluasinya positif, pihaknya berencana untuk menambah armada tersebut.

Sementara itu Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Kota Surabaya Ali Mustofa memaparkan hasil uji coba selama sebulan.

Katanya biaya operasional moda transportasi itu lebih murah. Bahkan empat kali lipat lebih murah jika dibandingkan dengan bus konvensional.

"Kita tes di tiga rute, Ukuran besar dari Terminal Purabaya-Rajawali ukuran sedang dari Terminal Intermoda Joyoboyo ke Rajawali kalau yang kecil rute Terminal Bratang-Stasiun Pasar Turi," ujarnya.

Baca Juga: Masa Uji Coba Segera Berakhir! Penggunaan Bus Listrik sebagai Transportasi Publik di Surabaya Bakal Lanjut atau Tidak?

Dia menunjukkan bahwa biaya operasional tujuh kendaraan listrik itu jauh lebih murah ketimbang bus diesel.

Untuk berjalan 1 kilometer misalnya. Kendaraan listrik hanya membutuhkan 1 kWh. Ali menyimpulakn jika penggunaan kendaraan listrik tersebut lebih hemat.

Untuk menempuh jarak 320 km memerlukan biaya charger Rp 280 ribu. Angka tersebut memiliki selisih yang jauh ketimbang harus membeli solar.

Hal yang paling utama adalah kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi karbon. Namun kata dia saat uji coba pada event Piala Dunia U17 untuk rute Stadion GBT energi listrik yang digunakan sedikit lebih boros.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore