
Caleg DPR RI dari Partai Perindo Muchamad Aulia Sunaryohadi menunjukkan bukti tranfser dana kampanye ke perempuan yang mengaku sebagai dokter.
JawaPos.com – Muchamad Aulia Sunaryohadi, calon anggota legislatif (caleg), kehilangan dana kampanye seusai berkenalan dengan seorang perempuan melalui aplikasi pertemanan. Dana dari partai politik (parpol) pengusungnya itu dipinjamkan kepada perempuan tersebut. Namun, uang itu tidak kembali.
Pria yang akrab disapa Hadi tersebut awalnya mengenal perempuan yang mengaku bernama Fita Puji Lestari di aplikasi Omi sejak Desember tahun lalu. Fita awalnya menyapanya lebih dulu di aplikasi. Perempuan itu juga menyukai setiap unggahannya. ’’Awalnya tidak pernah saya respons. Tapi, dia setiap hari menyapa, seperti mengucapkan selamat malam,’’ kata Hadi.
Hingga kemudian dia meresponsnya. Percakapan keduanya beralih ke aplikasi WhatsApp (WA) setelah mereka saling bertukar nomor telepon. Dalam perkenalannya, Fita mengaku sebagai dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) yang punya klinik kecantikan di Gresik. Hadi merasa memiliki kedekatan karena dia alumnus fakultas hukum di kampus yang sama.
Fita lalu mulai berani meminjam uang kepada Hadi. Pertama, perempuan itu berutang Rp 500 ribu dengan dalih untuk membayar kurir yang mengantarkan obat ke kliniknya. Kedua, dia berutang lagi Rp 1 juta untuk biaya berobat ibunya yang sakit.
Hadi tanpa menaruh curiga mentransfer uang Rp 1,5 juta itu ke rekening Fita. ’’Utang yang pertama dan kedua sudah dia bayar lunas,’’ kata Hadi.
Namun, Fita kembali berutang. Perempuan tersebut awalnya meminta Rp 3 juta. Namun, Hadi mengaku tidak punya uang sebanyak itu. Caleg DPR RI dari Partai Perindo itu hanya punya Rp 1,5 juta. Itu pun dana kampanye kucuran dari parpol pengusungnya. Hadi yang mengaku cicit dari pahlawan nasional dokter Soetomo mendapat kuota dari Partai Perindo untuk maju sebagai caleg dan mendapatkan dana kampanye.
’’Yang ketiga ini dia belum bayar. Padahal, saya memerlukan uang itu untuk biaya kampanye,’’ ujarnya.
Masalah Hadi semakin rumit ketika parpol pengusungnya tidak melihat dia berkampanye seperti halnya caleg-caleg lain. Pihak parpol menanyakan kenapa dia tidak kunjung berkampanye, padahal sudah mendapat kucuran dana.
’’Saya jawab apa adanya kalau uang itu masih saya pinjamkan ke orang lain dan belum kembali,’’ tambahnya. Setelah memastikan jadi korban penipuan, Hadi akhirnya melapor ke Polrestabes Surabaya.
Ngaku Punya Klinik, Dicek Ternyata Konter HP
SELAMA sebulan berkenalan, Hadi tidak pernah bertemu dengan Fita. Dia hanya bercakap melalui pesan dan telepon. Fita selalu mengaku sibuk ketika ingin ditemui. Saat utangnya belum dibayar, Hadi meminta bantuan temannya untuk datang ke alamat klinik. Ternyata, alamat itu fiktif. Alamat tersebut ternyata konter handphone, bukan klinik kecantikan. ”Di situ juga banyak orang yang datang korban penipuan juga,” ucapnya.
Hadi juga sempat mengecek di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengonfirmasi nama Fita itu dokter atau bukan. Ternyata, nama itu tidak tercatat sebagai dokter. Nama Fita juga tidak tercatat sebagai alumnus Fakultas Kedokteran Unair.
Hadi mengaku dirinya tidak berpacaran dengan Fita secara online. Dia hanya berniat berteman. Pria 39 tahun asal Wonokromo itu mengaku meminjami uang kepada orang yang baru dikenalnya karena ingin berbuat baik saja.
”Saya tidak pernah punya pikiran negatif sama orang,” tambahnya. Sementara itu, nomor handphone Fita yang dipakai untuk berkomunikasi dengan Hadi tidak aktif saat berusaha dikonfirmasi.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono secara terpisah membenarkan adanya penanganan perkara itu. Menurut dia, kasusnya sedang didalami penyidik. ”Diadukan 18 Januari. Masih baru,” ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
