Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Januari 2024 | 15.51 WIB

Pemkot Surabaya Beri Pendampingan dan Pindahkan Sekolah Siswi SMP yang Dicabuli 4 Anggota Keluarganya

Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya Ida Widayati menjelaskan pendampingan yang diberikan Pemkot Surabaya dalam kasus pencabulan seorang remaja putri yang duduk di bangku SMP oleh 4 orang keluarganya. - Image

Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya Ida Widayati menjelaskan pendampingan yang diberikan Pemkot Surabaya dalam kasus pencabulan seorang remaja putri yang duduk di bangku SMP oleh 4 orang keluarganya.

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera bertindak melakukan pendampingan dan pembelaan untuk seorang siswi SMP, 12, korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh empat orang anggota keluarganya. Pelaku terdiri dari ayah kandung korban, kakak kandung, dan kedua pamannya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, mengatakan, pihaknya mempersiapkan langkah pendampingan bagi korban yang diduga dicabuli oleh empat anggota keluarganya tersebut.

“Iya, kami datang untuk melakukan konseling kepada korban,” ucap Ida Widayati dilansir dari Radar Surabaya (Jawa Pos Group).

Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi korban yang saat ini masih mengalami trauma berat. Sebab, diduga korban sudah mengalami pelecehan seksual dari keluarganya sejak 4 tahun yang lalu atau saat masih duduk di bangku kelas empat SD.

Korban saat ini tinggal sementara waktu di rumah bersama salah seorang keluarganya. Sedangkan keempat pelaku sudah diamankan polisi.

“Korban syok dan baru berani menceritakan kejadian itu baru-baru ini. Tapi, kejadian peristiwanya sejak kelas empat SD, sekarang di SMP kelas satu,” ucap Ida.

DP3APPKB Kota Surabaya juga berencana membawa siswi SMP itu ke shelter korban kekerasan sembari menjalani pemulihan trauma. Selain itu, Ida mengatakan sudah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya terkait pemindahan lokasi sekolah korban.

“Kalau memungkinkan pindah sekolah, maka lokasi yang dekat dengan shelter. Jadi, dia lebih aman karena didampingi konselor setiap hari,” pungkas Ida.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore