Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Juli 2022 | 02.46 WIB

Tupal Fashion Night, Bukan Citayam Fashion Week

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Beragam kegiatan bakal menyemarakkan kick-off peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) Jatim di Tugu Pahlawan, Surabaya, Kamis (28/7) malam. Salah satu di antaranya, Tupal Fashion Night. Bukan lantaran event fashion sedang happening setelah muncul fenomena Citayam Fashion Week di Jakarta itu. Tapi, ada spirit dan nilai lain.

Tupal Fashion Night itu beda. Terasa spesial. Yang tampil bukan sembarangan. Mereka adalah para Gus dan Ning, putra dan putri kiai pengasuh pondok pesantren (Ponpes). Di antaranya, KH Muhammad Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar). Bersama istri, ulama kharismatik putra KH Nurul Huda Djazuli, Ponpes Al Falah Ploso, Kediri, itu akan ikut performance.

Kemudian, KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), pengasuh Ponpes Denanyar, Jombang, dan sejumlah Gus dan Ning lainnya. Sebut saja, ada Gus Ahmad dan Ning Shella, Gus Haris dan Ning Marisa, Gus Amak dan Ning Widad, Lora Nasikh dan Ning Vikcy, Lora Karror dan Ning Aan. Mereka masih muda-muda. Kalangan milenial.

Tidak hanya itu. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan istri, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Yusep Gunawan dan istri, Rektor Unesa Prof Nurhasan dan istri, serta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan keluarga juga dijadwalkan ikut tampil. Bukan hanya sosoknya. Busana-busana mereka dipastikan good looking atau kekinian.

Menurut Gus Salam, ketua panitia peringatan Harlah Satu Abad NU Jatim, Tupal Fashion Night itu sudah direncanakan lama. Beberapa bulan sebelum booming Citayam Fashion Week seperti saat ini. Jadi, bukan ikut-ikutan.

’’Kalaupun sekarang yang berkaitan dengan fashion itu sedang ramai, karena kebetulan saja. Mungkin saja berkahnya kiai,’’ sebut Gus Salam sambil tersenyum kepada JawaPos.com, Senin (25/7).

Salah satu tujuan event itu antara lain pihaknya ingin menyampaikan pesan bahwa kader-kader NU itu juga banyak yang menggeluti dunia fashion. ‘’Selain itu, kami ingin menunjukkan bahwa menjadi NU itu mudah. Nilai dasarnya, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain,’’ kata wakil ketua PWNU Jatim itu.

Jadi, boleh saja menjadi tukang parkir, pedagang sayur, modeling, guru, atau profesi apa pun. Asalkan, lanjut Gus Salam, seberapa besar dapat memberikan manfaat kepada orang lain. Semakin besar memberikan kemanfaatan, tentu semakin baik pula pribadi orang bersangkutan. ’’Nah, itu salah satu nilai di NU. Konsep besarnya Khoirunnas anfa’uhum linnas,’’ ucap Gus Salam.

Tupal Fashion Night itu hanya satu dari sejumlah event menarik di acara kick-off Satu Abad NU nanti. Beberapa kegiatan lain juga seru. Sebut saja, penampilan Qori yang akan dibawakan prajurit TNI dari Kodam V/Brawijaya, duet puisi kebangsaan NU dan Muhammadiyah, paduan suara dari Polri, 100 Ishari Milenial dari SMA-SMK Sunan Kalijaga Malang hingga barongsai dari Kelenteng Boen Bio.

Gus Salam mengungkapkan, beberapa event di Kick-off Satu Abad NU itu sejalan dengan tema yang diangkat NU Jatim. Yakni, Harmoni, Kolaborasi, dan Inovasi. Di seetiap acara itu memiliki nilai sesuai tema.

Dia mencontohkan, puisi kebangsaan NU dan Muhammadiyah. ’’Di situ kita ingin meneguhkan kembali bahwa hubungan antara NU dan Muhammadiyah itu terjalin sejak lama. Mulai zaman Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari dan KH Ahmad Dahlan, Gus Dur dengan KH A.R. Fakhruddin, sampai sekarang,’’ paparnya.

Dia menegaskan, NU dan Muhammadiyah selaku Ormas terbesar di Indonesia mesti terus jalan beriring. Mengawal NKRI dan menghadapi kebangkitan Islam di milenium kedua. Tidak boleh terpecah atau termakan adu domba.

Komitmen bersama itu juga telah disampaikan saat pengurus NU Jatim bersilaturrahmi ke kantor PW Muhammadiyah Jatim beberapa hari lalu. ’’Ke depan kami akan intens untuk duduk bersama membahas isu-isu strategis seperti tentang kebangsaan dan peradaban dunia,’’ ujarnya.

Lebih lanjut Gus Salam menjelaskan, pemilihan Tugu Pahlawan (Tupal) itu juga terkandung satu spirit. Dia mengatakan, kelahiran NU tidak lepas dari Kota Pahlawan. Demikian juga gelora di masa awal Kemerdekaan juga antara lain tercetus dari Surabaya. Yakni, Resolusi Jihad yang diinisiasi Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari.

Sebelum acara kick-off di Tugu Pahlawan yang dimulai pukul 19.00 WIB, serangkaian kegiatan lain juga digelar Kamis pagi hingga sore. Di antaranya, khatmil Quran di kantor pertama PBNU di Jalan Bubutan VI Surabaya hingga ziarah ke makam Sunan Ampel dan ulama lainnya. ’’Nah, malamnya digelar serangkaian acara kick-off itu. Termasuk ada tausiyah kebangsaan oleh KH Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali),’’ pungkasnya.

 

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore