
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Istimewa
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya umumkan sayembara desain patung Bung Karno dengan mengambil tema Warisi Apinya, Jangan Abunya. Desain pemenang akan diaplikasikan menjadi patung yang bakal dibangun Pemkot Surabaya.
”Hari ini (6/6), bertepatan dengan hari lahir Bung Karno, kami mengumumkan sayembara desain patung Bung Karno yang nanti dibangun di Surabaya. Selain penegasan bahwa Bung Karno lahir di Surabaya, ini ikhtiar kita untuk terus mengingat, mempelajari, dan membumikan dalam tindakan segala pemikiran serta teladan Bung Karno yang luar biasa bagi Indonesia dan dunia,” ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Senin (6/6).
Sayembara tersebut berhadiah total Rp 190 juta. Pengumpulan karya berakhir pada Oktober dan pemenang diumumkan 10 November. ”Kami berharap dengan sayembara ini, semua seniman bisa terlibat, memberikan ide terbaik, sehingga dalam membangun, Pemkot Surabaya itu tidak berjalan dalam imajinasinya sendiri, melainkan membuka ruang bagi imajinasi publik,” jelas Eri.
Menurut Eri, sayembara desain patung Bung Karno akan sangat kental dengan nilai-nilai artistik. Itu adalah bagian dari penghormatan kepada Bung Karno yang juga dikenal sebagai seniman dan arsitek.
”Tidak banyak yang mengetahui bahwa Bung Karno menjiwai arsitektur dalam kepemimpinannya. Karya-karya pada era kepemimpinannya timeless, seperti Masjid Istiqlal, Monas, Gedung Sarinah, Hotel Indonesia, Tugu Selamat Datang, dan sebagainya. Kami berharap desain pemenang nanti mewarisi semangat dan pemikiran Bung Karno, yang selalu relevan sampai kapan pun,” ujar Eri.
Eri mengatakan, Surabaya dan Bung Karno serta Bung Karno dan Surabaya ibarat dua sisi dalam satu keping mata uang yang tidak terpisahkan.
Eri menyebut Bung Karno lahir Kampung Pandean, Surabaya, pada 6 Juni 1901. Sempat berpindah ke beberapa daerah pada masa kecilnya, Bung Karno kembali ke Surabaya bersekolah di Hogere Burger School (HBS) yang kini menjadi bangunan kantor pos besar tak jauh dari Tugu Pahlawan.
”Ayahnya, Raden Soekemi, mengirim Bung Karno bersekolah di Surabaya dan indekos di rumah tokoh Islam, Haji Oemar Said Tjokroaminoto, di Peneleh,” ujar Eri.
Di Peneleh, lanjut Eri, Bung Karno belajar banyak soal agenda-agenda kerakyatan. Terlibat dalam diskusi-diskusi dengan aktivis yang memiliki latar belakang ideologi beragam. Pergumulan intelektual di rumah Tjokroaminoto itu, turut mengilhami Bung Karno untuk berjuang memerdekakan Indonesia.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
