Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Mei 2022 | 06.28 WIB

Surabaya Butuh Dua Pasar Induk di Timur dan Barat

TERPUKUL: Aktivitas perdagangan di Pasar Tambahrejo. Para pedagang meminta keringanan pembayaran ILP karena pendapatan mereka merosot drastis di kala pandemi. (Frizal/Jawa Pos) - Image

TERPUKUL: Aktivitas perdagangan di Pasar Tambahrejo. Para pedagang meminta keringanan pembayaran ILP karena pendapatan mereka merosot drastis di kala pandemi. (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com- DPRD Surabaya mengusulkan agar pemkot membangun dua pasar induk baru. Lokasinya berada di wilayah timur dan barat Surabaya. Penyediaan dua pasar induk itu bertujuan meningkatkan perekonomian pedagang pasar tradisional.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono menyampaikan, usulan pembangunan pasar induk telah dimasukkan dalam raperda perdagangan dan perindustrian. Saat ini regulasi itu tengah dibahas. Menurut Baktino, penempatan pasar induk di timur dan barat Surabaya bukan tanpa pertimbangan. ”Alasannya, akses pasar induk lebih dekat dengan tol,” katanya.

Dengan begitu, arus kendaraan yang mengangkut barang dagangan tak mengganggu lalu lintas di dalam kota. Keindahan dan kebersihan wilayah pun tetap terjaga.

Pengelolaan pasar induk, lanjut Baktiono, bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, pasar dikelola sendiri oleh pemkot. Yang kedua, pemkot bisa menjalin kerja sama dengan pihak swasta.

Bagaimana Pasar Keputran? Baktiono menegaskan, Pasar Keputran bukan pasar induk. Politikus PDIP itu berkali-kali meminta pemkot menata pasar tersebut. Pedagang yang berjualan di luar pasar harus dimasukkan ke dalam pasar. Jangan dibiarkan berjualan di luar pasar. ”Saat Wali Kota Pak Bambang D.H., kondisi pasar tertib. Jalan di sekitar pasar bersih dan rapi,” paparnya.

Menurut Baktiono, untuk membangun pasar induk, pemkot harus menyediakan lahan seluas 20 hektare (ha). Kemudian, di dalam pasar, dia mengusulkan agar pemkot perlu menyediakan fasilitas yang lengkap dan modern. Misalnya, mesin pendingin untuk menyimpan sayur milik pedagang.

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Surabaya Ratih Retnowati optimistis keberadaan pasar induk bisa menggenjot perekonomian. Tak hanya itu, pasar induk juga dapat menstabilkan harga kebutuhan pokok.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore