Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Mei 2022 | 12.47 WIB

PPKM Diperpanjang Lagi, Tracing di Gresik Terbatas

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali mulai hari ini (10/5) hingga 23 Mei mendatang. Perpanjangan itu mengacu Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 24 Tahun 2022.

Namun, saat ini kasus Covid-19 di Provinsi Jatim masih terus dalam tren melandai. Bahkan, data yang diunggah Pemprov Jatim per 9 Mei 2022, ada sebanyak 12 kabupaten/kota dengan jumlah kasus aktif nol alias nihil.

Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, sejauh ini jumlah kasus aktif di Kota Surabaya masih berada di peringkat paling atas. Yakni, sebanyak 27 orang atau bertambah dua orang dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Di posisi runner up ditempati Sidoarjo dengan kasus aktif 8 orang.

Kendati demikian, mengacu dashboard Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 8 Mei 2022, hasil asesmen situasi Covid-19 di Surabaya dan Sidoarjo sudah berstatus level 1. Hasil itu juga sudah mengacu capaian vaksinasi.

Wilayah aglomerasi Surabaya Raya, hanya Gresik yang hasil asesmen situasi Covid-19 masih berstatus level 2, kendati kasus aktif tercatat hanya 1 orang. Bisa jadi hal itu karena indikator tracing di Gresik saat ini masuk dalam kategori terbatas alias belum memadai.

Untuk capaian vaksinasi di Kota Surabaya, sudah cukup lama telah memenuhi ketentuan minimal dari pemerintah. Termasuk sasaran warga lanjut usia (lansia). Data per 8 Mei 2022, vaksinasi lengkap lansia di Kota Pahlawan telah mencapai 93,49 persen. Adapun di Sidoarjo 63,30 persen dan Gresik 60,49 persen.

Meski tren melandai, namun mesti tetap ada antisipasi potensi lonjakan kasus Covid-19 pasca-Lebaran. Peluang itu mengacu pengalaman tahun lalu. Pada masa Lebaran atau pertengahan Mei 2021 kasus melandai, dua bulan kemudian atau mulai Juli terjadi peningkatan kasus yang sangat signifikan.

Surabaya Raya menyumbangkan kasus aktif tertinggi di Jatim. Salah satu pemicu gelombang lanjutan Covid-19 itu karena terjadi peningkatan aktivitas dan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran. Demikian juga pada musim Hari Raya tahun ini. Bahkan, jauh meningkat dibandingkan tahun lalu.

Namun, yang relatif menggembirakan tahun ini adalah capaian vaksinasi. Jika Lebaran tahun lalu, capaian vaksinasi lengkap masih rendah, tahun ini sudah memenuhi standar minimal. Bahkan, kabupaten/kota di Jatim terus menggenjot vaksin booster. Karena itu, vaksinasi dan protokol kesehatan mesti tetap merupakan keniscayaan.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore