
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memaparkan data MBR kepada BPS Jatim di Kota Surabaya, Rabu (27/4). Diskominfo Surabaya/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya menargetkan jumlah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Pahlawan, Jawa Timur, berkurang dari 976 ribu MBR menjadi 300 ribu MBR pada akhir 2022.
”Untuk mewujudkan target itu, Pemkot Surabaya melakukan sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim terkait pemetaan kantong atau peta sebaran rumah tangga MBR di Surabaya,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi seperti dilansir dari Antara di Surabaya.
Menurut dia, berdasar pemaparan data MBR Surabaya, yang terdiri atas data individu dan data rumah tangga (ruta) diketahui masih terdapat ketidaklengkapan. Untuk menyelesaikan itu, setelah cuti bersama dan libur Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, pemkot akan mempercepat proses updating atau pembaharuan data.
”Kami akan menentukan rencana waktu updating data MBR dengan target selesai pada Juli. Hal ini untuk mempermudah kami mengetahui posisi atau keadaan MBR. Kami akan memberikan pelatihan kepada petugas updating data sebelum turun ke lapangan,” ujar Eri.
Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan BPS Jatim untuk melakukan penyusunan materi pendataan, perencanaan IT, pemilihan petugas pendataan, dan lainnya. ”Insya Allah setelah selesai, selain bisa memberikan intervensi kepada MBR, kami juga bisa mengetahui adakah keluarga yang mengalami stunting atau gizi buruk. Sehingga, anggaran 2023 bisa tepat sasaran,” tutur Eri.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur Dadang Hardiwan menjelaskan, pemaparan pemetaan kantong atau peta sebaran rumah tangga MBR di Kota Surabaya telah dilakukan beberapa tahap kegiatan. Dimulai dari penyimpanan data MBR, yakni melakukan penyiapan (pengecekan konten) data MBR yang terdiri atas data individu dan data rumah tangga.
Selanjutnya, melakukan penghitungan dengan menggunakan metode PMT (Proxy Means Test), yang akan diperoleh tingkat kesejahteraan. Sebab, kelengkapan isian data mempengaruhi kesejahteraan rumah tangga. ”Ketiga, melakukan pemetaan kantong MBR dan kemiskinan Kota Surabaya, hasil penghitungan tingkat kesejahteraan rumah tangga digunakan untuk memperoleh kantong (MBR dan Kemiskinan) di Kota Surabaya,” terang Dadang Hardiwan.
Dalam penyiapan data dasar MBR, lanjut dia, terdapat dua data penting. Yakni data individu dan data rumah tangga. Untuk data individu Kota Surabaya, terdapat 973.643 jiwa dan terdapat 101.441 data yang tidak memiliki atribut lengkap (hanya nama dan kode identitas, seperti ijazah, dan lapangan pekerjaan). Sedangkan, untuk data rumah tangga terdapat 286.817 yang termasuk rumah tangga MBR yang memiliki atribut lengkap.
”Maka harus melakukan intervensi dengan kolaborasi antar perangkat daerah (PD). Upaya intervensi untuk sasaran warga MBR, di antaranya adalah peningkatan kualitas manusia, produktivitas ekonomi, perlindungan sosial, dan kualitas permukiman. Sebab, perlu ada ketepatan data dalam mewujudkan gotong royong menuju kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan,” ujar Dadang.
Untuk mewujudkan target Pemkot Surabaya dalam program pengentasan kemiskinan, BPS Jatim akan mendampingi pelaksanaan pembaharuan data. Khususnya data individu yang terdapat ketidaklengkapan.
”Kami akan lakukan pendampingan atau membina untuk bagaimana menghasilkan data yang baik. Kami akan berdiskusi terkait dengan keinginan Pemkot Surabaya dan data apa saja yang perlu kami siapkan,” ucap Dadang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
