
Suasana pembasahan di Tunjungan Plaza Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com - Kasus Kebakaran di Tunjungan Plaza Surabaya pada Rabu (13/4) terus disorot. Untuk mencari tahu penyebabnya, Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Surabaya, mempertanyakan izin sertifikat laik fungsi (SLF) gedung mal Tunjungan Plaza (TP) 5 di Jalan Embong Malang, Kota Surabaya, Jawa Timur.
"Saya mendapat informasi TP 5 dikabarkan belum memiliki SLF dari Pemkot Surabaya," kata Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Imam Syafi'i di Surabaya, Jumat (15/4) dikutip dari Antara.
Menurut dia, jika informasi itu benar, maka pemilik dan pengelola TP 5 dalam hal ini PT Pakuwon Jati Tbk betul-betul sembrono. "Sangat mungkin kebakaran terjadi karena bangunan dan gedung TP 5 tidak pernah diuji dan lolos uji kelayakannya," kata Imam.
Imam mengatakan, SLF Bangunan Gedung sudah diatur di Perwali Nomor 14 Tahun 2018. Semua bangunan gedung di Surabaya wajib mengantongi SLF, termasuk bangunan strata title seperti Tunjungan Plaza.
"Saya dapat informasi Izin Layak Huni (ILH) TP 5 sudah berakhir Januari 2021. Harusnya, setelah itu, sebagai pengganti ILH yang sudah mati, TP 5 mengajukan SLF ke pemkot. Namun, sudah setahun lebih, TP 5 belum mengantongi SLF. Sedangkan TP 6 sudah memiliki SLF tertanggal 17 September 2020," ujar dia.
Untuk itu, kata dia, jika TP 5 benar benar tidak punya SLF, pihaknya meminta pemkot menghentikan operasional TP. "Tolong dihentikan operasionalnya sampai mempunyai SLF. Ini demi kepentingan keselamatan publik, baik pegawai, pemilik toko maupun pengunjung TP 5," kata Imam.
Dia menjelaskan, SLF diberikan kepada bangunan gedung dengan pemeriksaan sangat ketat mulai dari aspek persyaratan keselamatan, persyaratan kesehatan, persyaratan kenyamanan dan persyaratan kemudahan.
Selain itu, kata dia, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan untuk memberikan penilaian dan rekomendasi sebelum diterbitkan SLF, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas PU Bina Marga.
Imam mengaku tertarik untuk mencari tahu ada atau tidaknya SLF TP 5 setelah mendengar cerita beberapa saksi mata di lokasi kebakaran, mulai dari sprinkle yang tidak berfungsi, hingga petugas sekuriti TP 5 yang terlihat gagap dan bingung saat kali pertama melihat kobaran api.
Sementara itu, Manajemen Pakuwon Group selaku pengelola pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza Surabaya menyebut, kebakaran yang terjadi di TP-5 karena korsleting sirkuit pendingin ruangan atau AC penyuplai bioskop XXI.
"Bahwa sekitar menjelang Maghrib pukul 17.00 hingga 17.30 WIB terjadi kebakaran di TP-5 yang asal apinya diduga dari lantai 10 area rooftop. Api tersebut berasal dari sirkuit AC yang menyuplai bioskop XXI," kata Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi.
Api tersebut cepat menjalar karena melalui aluminium composite building TP-5 yang kemudian membuat fasad (sisi luar bangunan) roboh hingga ke tenant di bawahnya maupun teras.
"Kami memastikan api tidak berasal dari tenant yang ada dalam mal sebab tidak ditemukan titik api yang menyebabkan kebakaran," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
