
ERLANGGANAN: Dishub Gresik saat menggelar rapat evaluasi bersama DPRD Gresik. (Dok/Radar Gresik)
Dilansir Radar Gresik (JawaPos Grup), pada Jumat (12/1), Dishub sudah menyiapkan sebanyak 127 titik untuk pelaksanaan parkir berlangganan dari total 160 titik parkir yang ada di wilayah Gresik.
Terkait hal tersebut, Kepala Bidang Tata Kelola Prasarana Perhubungan Dishub Pemkab Gresik Arditra Risdiansah mengungkapkan bahwa, 127 titik parkir yang disiapkan itu berada di wilayah perkotaan.
“160 titik itu suruh Gresik, tapi 127 titik langganan ini untuk wilayah perkotaan,” ujar Arditra, seperti yang dikutip Radar Gresik (JawaPos Grup), pada Jumat (12/1).
Arditra juga menegaskan, setelah berlangganan nanti, masyarakat tidak perlu lagi membayar parkir kendaraannya secara tunai. Masyarakat hanya tinggal melakukan scan barkode ketika parkir di 127 titik tersebut.
Kendati demikian, pihaknya tidak serta merta mewajibkan kebijakan tersebut ke seluruh masyarakat. Sebab, keterbatasan penggunaan barcode mungkin saja masih terbilang awam bagi masyarakat.
Sebagai solusinya, pihaknya juga akan tetap melayani pembayaran tunai. “Tapi tetap melayani tunai juga. Jukirnya nanti juga memberikan dua opsi, menggunakan berlangganan atau tunai,” jelas Arditra.
Menurutnya, saat ini progres persiapan penerapan parkir berlangganan ini sudah sampai disahkannya perda pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD). Namun, ia juga menyebut terkait Perbub dan regulasi teknis masih belum turun.
"Sekarang masih menunggu perbup. Tapi untuk perda pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD) sudah disahkan. Tinggal menunggu perbup saja,” ungkap Arditra.
Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pendapatan Provinsi Jatim dan Samsat terkait pola penarikan. Sebab, penarikannya nanti akan dilakukan bersamaan dengan pembayaran STNK.
Dengan diterapkannya parkir berlangganan ini, ia berharap agar pendapatan dari retribusi parkir TJU dapat dimaksimalkan. Mengingat masyarakat yang berlangganan langsung membayar secara akumulasi.
Terkait kapan penerapan tersebut direalisasikan, Arditra mengaku paling cepat akan diterapkan pada pertengahan tahun 2024 ini. “Sekarang masih dimatangkan. Paling cepat bisa diterapkan pertengahan tahun ini,” tandas Arditra.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
