Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Desember 2023 | 18.41 WIB

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penembakan Relawan Prabowo-Gibran

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto. - Image

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto.

JawaPos.com - Polda Jawa Timur terus mendalami penembakan yang dialami Muarah, 50, relawan Prabowo-Gibran, oleh orang tidak dikenal (OTK) pada 22 Desember di Sampang, Madura. Sebanyak 13 saksi telah diperiksa.

Hasil pemeriksaan proyektil peluru menunjukkan bahwa pelaku menembak korban dengan senjata api jenis kaliber 22. Seperti revolver atau senjata api rakitan. Dua proyektil ditemukan di lokasi kejadian.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto menuturkan, penyelidikan kasus penembakan oleh OTK itu telah berjalan seminggu. Hasil pemeriksaan kamera closed circuit television (CCTV) memberi titik terang identitas pelaku. Hasil analisis pemeriksaan telah diserahkan ke Mabes Polri.

’’Sudah ada petunjuk kuat terkait pelaku. Kami berharap dalam waktu dekat kasus ini bisa terungkap. Awal Januari 2024, mudah-mudahan pelaku sudah bisa diketahui,” kata Imam di Gedung Mahameru Polda Jatim kemarin (29/12) sore.

Penembakan itu diperkirakan dilakukan oleh satu orang. Meskipun ditemukan dua proyektil di lokasi kejadian. Ihwal adanya peran pelaku lainnya, Kapolda belum memberi kepastian. Sebab, pelaku utama belum tertangkap. Begitu pun dengan motifnya. Pihaknya belum bisa memastikan hingga pelaku ditangkap.

Dalam proses pendalaman, sebanyak 13 saksi diperiksa. Mereka berasal dari keluarga korban, saksi mata, dan tim relawan Prabowo-Gibran. Imam pun meminta masyarakat tidak terburu-buru dalam menerka peristiwa itu. ’’Sampai saat ini, kami belum menemukan bukti di lapangan kalau penembakan disebabkan adanya unsur politik,” ujar jenderal bintang dua tersebut.

Sementara itu, dokter spesialis bedah digestif RSUD dr Soetomo dr Tomy Lesmana mengatakan, kondisi kesehatan Muarah mulai membaik. Secara fisik sudah stabil. Tekanan darah, pernapasan, dan detak jantung juga stabil.

Saat ini yang masih dalam perawatan adalah terkait sekuele. Yakni, gejala sisa pascacedera. Masih adanya gangguan persarafan membuat pasien belum bisa menggerakkan kakinya. ”Sampai sekarang kaki belum bisa digerakkan. Tapi, masih ada kemungkinan kaki pasien bisa sembuh. Hanya saja perlu waktu yang tidak sebentar, paling cepat 3 bulan,” ungkap Tomy.

Dia menjelaskan, saat ini pasien masih merasa trauma. Meski begitu, korban sudah bisa diajak berkomunikasi. Upaya pemulihan terus berjalan, termasuk pemulihan trauma. ”Saat ini fokus kami adalah pengembalian fungsi saraf dan psikologis pasien pasca kejadian,” ujarnya. (ian/c18/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore