
Ilustrasi police line. (Adnan Reza Maulana/Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com – RSUD dr Soetomo tengah meneliti beberapa organ tubuh anggota band yang meninggal dunia akibat menenggak miras di Cruz Lounge Bar, Hotel Vasa, Jumat (22/12) lalu. Otopsi itu dilakukan untuk memastikan penyebab kematian.
Kepala Staf Medis (KSM) Kedokteran Forensik dan Medikolegal dr Edi Suyanto SpF SH MHKes mengatakan, pihaknya sudah memeriksa sejumlah organ tubuh korban. Mulai usus, ginjal, kandung kemih, hingga hati.
Bagian saluran pernapasan juga diperiksa. Sebab, saluran pernapasan terhubung dengan paru-paru. Terkadang, kata Edi, seperti orang muntah, sebagian zat akan masuk ke saluran pernapasan.
Diperkirakan, pemeriksaan organ dalam korban tersebut memakan waktu 6–7 hari. Dokter harus benar-benar memastikan penyebab kematian personel band tersebut.
”Semua akan dicocokkan dengan hasil dari laboratorium, termasuk kandungannya apa saja,” paparnya.
Dugaan sementara, kematian personel band itu disebabkan adanya zat lain yang bersifat racun yang dicampur dalam miras. Itu membuat tubuh korban keracunan dan meninggal dunia. Edi mengakui korban meninggal tidak wajar selepas mengonsumsi miras.
”Sejauh ini tidak ada tanda-tanda kekerasan. Seperti benda tumpul atau tajam,” ucap Edi.
Saat ini Edi tengah berfokus menemukan zat tersebut. Menurut dia, korban yang terkontaminasi zat lain memiliki tanda-tanda seperti adanya gangguan pada sistem saluran pernapasan. Lalu, kulit dan jaringannya membiru hingga ujung kaki korban serta kelopak mata cekung.
’’Itu tadi karena toksisitas, alkohol satu seloki saja tidak mematikan karena ada campuran cairan zat tadi,” ujarnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, hasil otopsi dan pengecekan minuman di laboratorium forensik belum selesai. Pihaknya juga belum menetapkan tersangka. Sebab, masih ada saksi yang belum diperiksa. Yaitu, Mitra Ohello.
Menurut Hendro, Mitra merupakan saksi kunci dalam kasus tersebut. ”Sambil menunggu hasil labfor, kami juga menelaah apakah korban yang meninggal karena minum miras atau ada efek lain. Seperti adanya riwayat penyakit,” ujarnya. Pihaknya juga mendalami rekaman CCTV di lokasi kejadian. (zam/ian/c6/aph)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
