
Ilustrasi perawatan Covid-19. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Sebanyak 15–16 orang yang menjadi kontak erat pasien Covid-19 varian Omicron telah dilakukan tracing oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
”Tracing sudah keluarga dan lingkungan, kurang lebih 15–16 orang. Semua karantina mandiri. Hasil tracing semua negatif kecuali cucunya. Cucunya itu beda rumah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Erwin Astha Triyono, Selasa (4/1).
Erwin menyebut, kondisi keduanya saat ini baik. Kini fokus memulihkan kondisi fisik pasien. ”Saat ini pasien kondisinya baik, yang kita inginkan secara fisik baik tapi bantu doakan lebih baik,” jelas Erwin.
Ditanya apakah pasien telah mendapatkan vaksin 2 dosis, Erwin hanya mengatakan, ada kemungkinan penerima vaksin bisa terpapar varian Omicron. ”Apakah bisa terpapar bisa, lalu bisa sakit tapi tidak sampai berat. Sehingga vaksin kunci terbaik tapi ingat prokes kunci terbaik,” papar Erwin.
Erwin menjelaskan, 1 orang pasien asal Kota Surabaya sebelumnya berlibur ke Bali pada 20–25 Desember. Dia berlibur bersama suaminya membawa kendaraan pribadi.
”20 Desember pergi ke beberapa tempat, tanggal 25 pulang ada keluhan itu ada nyeri tenggorokan berlendir pilek, tanggal 28 pemeriksaan PCR hasilnya positif dilakukan pemeriksaan WGS sehingga dengan begitu lengkap sesuai regulasi pusat. Sehingga berhasil menemukan,” urai Erwin.
Dia meminta warga untuk bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19. Sebab, tidak hanya pemerintah yang bisa mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron.
”Untuk hadapi Covid-19 kita perlu kerja sama tim. Tidak hanya pemerintah tapi masyarakat dan TNI/Polri jadi satu tim aplikasi yang sudah dibuat untuk kepentingan masyarakat,” terang Erwin.
Dia meminta proses tracing harus dimaksimalkan. Salah satunya lewat aplikasi PeduliLindungi. ”Tracing bukan aib tapi menjalankan sistem yang buat kita aman bersama sehingga ketahuan ada yang positif segera kita pisahkan,” tutur Erwin.
Mantan direktur RS Lapangan Indrapura itu mengatakan, varian Omicron Covid-19 tidak terlalu parah dibanding delta. Sebab gejalanya lebih ringan. Meski demikian, Erwin meminta warga untuk tidak meremehkan varian asal Afrika Selatan itu. Dia meminta protokol kesehatan tetap dilakukan.
”Memang varian omicron memiliki gejala lebih ringan, tapi jangan sampai membuat kita lengah. Sebab meskipun ringan kalau jumlahnya seperti luar negeri, 100 ribu per hari akan mengacaukan sistem kesehatan kita,” ucap Erwin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
