
Pemkab Sidoarjo menambah jumlah desa tangguh bencana (Destana) dan sekolah tangguh bencana.
JawaPos.com–Pemkab Sidoarjo siapkan langkah mitigasi pengurangan risiko bencana dengan membekali dan melakukan sosialisasi mitigasi di desa yang masuk rawan bencana. Tahun ini, pemkab juga menambah jumlah desa tangguh bencana (Destana) dan sekolah tangguh bencana.
Upaya itu sekaligus sebagai bentuk kewaspadaan dini dalam menghadapi ancaman terhadap potensi terjadi bencana hidrometeorologi, curah hujan tinggi disertai angin kencang, dan banjir rob. Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali menginstruksikan kepada badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) agar melakukan mapping (pemetaan) daerah rawan bencana. Upaya lain yakni dengan mendampingi dan menyosialisasikan pengetahuan tentang mitigasi risiko bencana kepada puluhan desa rawan bencana.
”Mapping atau pemetaan ini penting agar bisa efektif dalam melakukan mitigasi bencana, juga sebagai bentuk kewaspadaan dini dalam menghadapi segala kemungkinan terjadinya bencana,” ujar Gus Muhdlor.
Bupati Ahmad Muhdlor merinci, setidaknya ada 16 desa yang ditetapkan sebagai desa tangguh bencana. Masyarakat yang tinggal di desa rawan bencana diberikan bekal dan informasi cukup, langkah apa yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya korban jiwa maupun luka-luka apabila terjadi bencana. Setiap desa tangguh bencana memiliki kader destana yang bertugas menyosialisasikan dan mendampingi masyarakat.
”Bencana yang perlu diwaspadai yakni puting beliung dan banjir rob. Hujan disertai angin kencang biasanya mendekati akhir tahun sampai triwulan pertama awal tahun. Ini yang harus diantisipasi. Yang perlu dilakukan salah satunya dengan menebang pohon di dekat rumah yang berpotensi roboh bila diterjang angin kencang,” terang Ahmad Muhdlor Ali.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo memasukkan sejumlah kecamatan dalam peta rawan bencana hidrometeorologi. Di antaranya Kecamatan Jabon, Krian, Taman, Waru, Sedati, Buduran, Tanggulangin, dan Porong. Dari data BPBD Sidoarjo, ada 28 desa yang masuk kategori rawan bencana hidrometeorologi.
”Destana atau desa tangguh bencana dibentuk dengan titik ada sejumlah wilayah kecamatan. Desa tersebut masuk dalam peta rawan bencana. Saya minta BPBD memberikan wawasan dan pendampingan tentang pentingnya mitigasi bencana kepada pemerintah desa maupun kader destana,” imbuh Gus Muhdlor.
Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito menyebutkan desa yang masuk dalam Desa Tangguh yaitu 4 desa di Kecamatan Jabon (Semambung, Kupang, Kedungpandan, Kedungrejo), 5 desa di Kecamatan Waru (Tambaksumur, Tambakrejo, Kepuhkiriman, Bungurasih, Wedoro), 3 desa di Kecamatan Porong (Pesawahan, Candi Pari, Wunut), 2 desa di Kecamatan Sedati (Kalanganyar, Segorotambak), 1 desa di Kecamatan Krian (Terungkulon) dan 1 desa di Kecamatan Taman (Tanjungsari).
Dwijo menambahkan, kader destana wajib memiliki tiga hal dasar. Yakni harus mewujudkan tanggap bencana di wilayahnya, terdepan jika terjadi bencana, dan mampu melakukan proses pemulihan.
”Kader destana juga kita dorong berperan dalam meneruskan ilmu kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa menganalisis dan mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi. Targetnya, masyarakat mampu mengkaji, menganalisis, mengurangi risiko-risiko di wilayah masing-masing dengan sumber daya lokal,” terang Dwijo.
Sosialisasi dan pemahaman mitigasi bencana tidak hanya tidak hanya diberikan kepada kader destana. BPBD juga memberikan pemahaman siaga bencana kepada sekolah-sekolah.
”Total ada 84 sekolah yang sudah dibentuk menjadi sekolah tangguh bencana. Para guru dan siswanya mendapatkan bekal mitigasi risiko bencana dari BPBD. Sekolah tersebar di Kecamatan Sidoarjo, Waru, Porong, Sedati, Jabon, Krian, Taman, Tanggulangin, dan Kecamatan Tulangan,” terang Dwijo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
