
Photo
Jawapos.com- Lebih dari sepekan pemberlakuan kebijakan penurunan harga PCR, permintaan uji negatif atau positif Covid-19 memang disebut meningkat tajam. Faktornya bukan saja harga, melainkan juga peningkatan aktivitas pada beragam sektor. Maklum, untuk mencegah persebaran virus korona, banyak yang mensyarat tes tersebut.
’’Saat perizinan aktivitas makin luas, kenaikan (permintaan PCI) memang mulai terasa tuh,’’ ucap Marketing Manager National Hospital Linda Ayu.
Permintaan PCR dan antigen tersebut diperuntukkan banyak kebutuhan. Mulai syarat perjalanan hingga kebutuhan acara. Baik acara pernikahan, rapat korporat, maupun acara publik lainnya mensyaratkan antigen atau PCR sebelum hadir. ’’Kerja sama dengan penyelenggara acara juga mulai terjadi untuk permintaan rombongan,’’ sambung Linda.
Penurunan harga swab PCR dari semula yang berada pada kisaran Rp 495 ribu menjadi Rp 275 ribu, diakui juga meminta membuat permintaan makin naik. Linda menyatakan, lonjakannya dari 200 tes menjadi kisaran 800 tes.
Berlakunya syarat perjalanan hanya dengan PCR sempat berlaku sepekan. Lalu, kebijakan tersebut dianulir dan syarat uji antigen bisa kembali digunakan untuk beberapa pilihan kendaraan. Hal tersebut dinilai Linda tidak terlalu berpengaruh pada jumlah kenaikan uji antigen.
’’Karena penyelenggara acara tertentu memang masih menggunakan PCR, sehingga permintaan saat ini masih didominasi PCR,’’ sambungnya. Sampai saat ini,lanjut dia, PCR memang masih menjadi golden standard dalam pemeriksaan Covid-19.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
