Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 November 2021 | 00.05 WIB

Permintaan PCR di RS Surabaya Naik Dampak Peningkatan Acara

Photo - Image

Photo

Jawapos.com- Lebih dari sepekan pemberlakuan kebijakan penurunan harga PCR, permintaan uji negatif atau positif Covid-19 memang disebut meningkat tajam. Faktornya bukan saja harga, melainkan juga peningkatan aktivitas pada beragam sektor. Maklum, untuk mencegah persebaran virus korona, banyak yang mensyarat tes tersebut.

’’Saat perizinan aktivitas makin luas, kenaikan (permintaan PCI) memang mulai terasa tuh,’’ ucap Marketing Manager National Hospital Linda Ayu.

Permintaan PCR dan antigen tersebut diperuntukkan banyak kebutuhan. Mulai syarat perjalanan hingga kebutuhan acara. Baik acara pernikahan, rapat korporat, maupun acara publik lainnya mensyaratkan antigen atau PCR sebelum hadir. ’’Kerja sama dengan penyelenggara acara juga mulai terjadi untuk permintaan rombongan,’’ sambung Linda.

Penurunan harga swab PCR dari semula yang berada pada kisaran Rp 495 ribu menjadi Rp 275 ribu, diakui juga meminta membuat permintaan makin naik. Linda menyatakan, lonjakannya dari 200 tes menjadi kisaran 800 tes.

Berlakunya syarat perjalanan hanya dengan PCR sempat berlaku sepekan. Lalu, kebijakan tersebut dianulir dan syarat uji antigen bisa kembali digunakan untuk beberapa pilihan kendaraan. Hal tersebut dinilai Linda tidak terlalu berpengaruh pada jumlah kenaikan uji antigen.

’’Karena penyelenggara acara tertentu memang masih menggunakan PCR, sehingga permintaan saat ini masih didominasi PCR,’’ sambungnya. Sampai saat ini,lanjut dia,  PCR memang masih menjadi golden standard dalam pemeriksaan Covid-19.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore