
GERAK CEPAT: Pasukan Kopaska berlatih membebaskan sandera dengan menaiki rantis dan membawa senjata. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Latihan Operasi Kontra Teror Maritim Kopaska digelar di Dermaga Madura, Koarmada II, Senin (8/11). Latihan tersebut bertema penanganan aksi teror bom serta pembajakan kapal dan penyanderaan anak buah kapal (ABK) KM Alor 21 yang dilakukan sekelompok teroris.
Dalam latihan itu, KM Alor 21 dibajak sekelompok teroris saat berlayar di perairan Laut Jawa. Ratusan ABK disandera. Melalui komunikasi udara, kepada pemerintah para pelaku meminta tebusan Rp 38 miliar. Jika tidak, seluruh ABK akan dihabisi.
Dalam situasi genting, pemerintah menunjuk satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmada II untuk menangani aksi teror tersebut. Negosiasi pun dilakukan. Petugas meminta pelaku untuk menyerah dan membebaskan seluruh sandera. Instruksi itu membuat para teroris marah.
Untuk membuktikan bahwa ancamannya tidak main-main, mereka menembak satu sandera. Para personel pun bergerak cepat.
Menggunakan persenjataan lengkap, penyerangan dilakukan dari segala arah, yaitu darat, laut, dan udara. Penyerangan berlangsung secara bersamaan. Sebab, di balik pembajakan kapal, diketahui misi utama sekelompok teroris itu adalah mengebom Pelabuhan Tanjung Perak. Penyergapan kapal melalui laut dan udara dilakukan untuk mengalihkan fokus perhatian para pelaku.
Di tengah upaya pembebasan sandera, tim bergerak melumpuhkan teroris yang tengah berusaha menghancurkan Pelabuhan Tanjung Perak. Baku tembak antara petugas dan pelaku pun terjadi. Kecepatan, sikap sigap, dan perhitungan yang cermat prajurit membuat sekelompok teroris berhasil dilumpuhkan.
Untuk memastikan situasi telah aman, sebuah bom rakitan milik pelaku diledakkan petugas di tengah laut. Seluruh sandera berhasil dilepaskan dalam kondisi selamat.
Latihan Operasi Kontra Teror Maritim 2021 pasukan Kopaska tersebut dipantau langsung oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono.
Ahmadi menjelaskan, latihan itu berlangsung selama 14 hari dengan melibatkan 138 prajurit. Latihan tersebut bertujuan mengasah serta meningkatkan kemampuan seluruh pasukan dalam menjalankan tugasnya. Khususnya Kopaska yang merupakan salah satu pasukan khusus TNI-AL yang bertugas menangani teror dan antiteror, sabotase, serta antisabotase aspek maritim.
’’Mereka memiliki kemampuan yang senantiasa harus diasah. Kami jaga bersama kemampuan tempur atau profesionalisme prajurit agar sewaktu-waktu siap digunakan,’’ kata jenderal bintang tiga itu.
Menurut dia, kemampuan prajurit-prajurit yang terdidik adalah kekuatan yang sangat efektif dalam membangun deterrent effect serta meningkatkan bargaining power Indonesia terhadap pihak yang dianggap dapat mengganggu keutuhan NKRI.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
