
Salah satu PKL mendapat peringatan dari Satpol PP karena berjualan melebihi jam malam. Alfian Rizal/Jawa Pos
JawaPos.com–Jawa Timur mendapat sorotan dari World Health Organization (WHO). Sebab mobilitas warga masih tinggi. Selama masa perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlevel, pelonggaran dilakukan sehingga mobilitas meningkat.
Untuk mengantisipasi tingginya mobilitas warga, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerjunkan tim linmas, Satpol PP, dan kecamatan untuk menjaga beberapa titik yang ditengarai memiliki mobilitas warga cukup tinggi.
”Saya sampaikan ke teman satpol dan camat, waktunya kita kuatkan lagi. Soalnya iki nek (ini kalau) euforia, bablas kasusnya naik semua,” kata Eri Cahyadi ketika meninjau bozem Babat Jerawat, Selasa (21/9).
Dua titik yang menarik perhatian Eri adalah Danau Unesa dan PKL di Kedungdoro. Di tempat itu, dia melihat warga menumpuk dan ramai. Namun, mantan Plt Kepala DKRTH itu meminta tempat itu tidak ditutup.
”Aku wingi (kemarin) lewat depan PTC, Unesa iku mbook ruame temen (sangat ramai). Saya bilang ke teman-teman biarkan. Ekonomi gerak. Biar jalan.Tapi dijaga. Misal jualan di sini, itu yang dijaga. Bukan berarti ditutup. Tidak. Tapi teman-teman di sana mengingatkan,” ucap Eri.
Untuk kedungdoro, Eri meminta seluruh pihak tidak menutup. Namun mengetatkan pengawasan. ”Di kedungdoro kalau ada PKL malam jualan, ya nggak apa-apa tapi buka sampai jam berapa. Ojok (jangan) diobrak terus. Wong dodolan ape mangan nang endi (orang jualan mau makan dimana). Atau sekalian dijadikan pusat PKL. Itu yang lagi dirapatkan dan dikaji. Posisi di titik mana yang bisa dijadikan seperti itu,” beber Eri.
Menurut dia, tugas utama bagi seluruh elemen yang diterjunkan ke titik dengan mobilitas tinggi, adalah mengingatkan warga untuk menjaga protokol kesehatan. Selain itu, mengingatkan warga tanpa emosi.
”Jangan pernah pakai marah dan emosi. Itu wargaku. Warga Kota Surabaya yang butuh makan dan ekonomi gerak. Saya kembalikan ke warga. Tulung dijogo (tolong dijaga) dengan pakai masker,” tutur Eri.
Eri mengaku sempat kahwatir bila jalanan ditutup lagi. Dia meminta polisi lalu lintas untuk tidak menutup jalan. Sebab, ekonomi tidak jalan.
”Kemarin sempat diskusi dengan lantas apa jalan ditutup? Nggak. Sebetulnya begini, kalau ekonomi jalan, mau yang makan banyak, itu senang. Soalnya gerak,” ucap Eri.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
