
Photo
JawaPos.com- Keinginan warga Perumahan Makarya Binangun di Desa Janti, Kecamatan Waru, untuk memiliki kompleks pemakaman dekat kompleks, akhirnya direstui Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali. Rabu (8/9) bupati dan jajaran OPD terkait melakukan mediasi dengan warga sekitar. Hasilnya, makam tetap akan dibangun di lahan yang diperuntukkan fasilitas umum (fasum) perumahan tersebut.
Perumahan itu dibangun pada 1982. Namun, tidak ada fasilitas makam di sana. Warga yang meninggal dimakamkan di makam Desa Janti. Di dekat perumahan, ada lahan seluas 7.500 meter persegi. Sedianya, di lahan tersebut, bakal dibangun pertokoan, lapangan olahraga, ruang terbuka hijau (RTH), sekolah, pasar, dan musala. Namun, karena tak juga digarap developer, warga menginginkan lahan itu dijadikan pemakaman.
Persyaratan untuk mendirikan makam pun dipenuhi warga. Bahkan, sekitar 600 warga sudah bertanda tangan untuk sepakat membangun makam di sana. Hanya, ada penolakan dari sejumlah warga. Alasannya, lahan tersebut harus tetap menjadi fasum. Karena itu, ketika ada warga Makarya Binangun yang meninggal dan dimakamkan di lahan tersebut, sempat ada pihak yang menolak hingga pemakaman perdana itu dijaga aparat.
Polemik itupun berakhir kemarin. Di hadapan bupati, warga yang berpolemik sudah sepakat. Lahan fasum untuk RTH itu akan dialihfungsikan menjadi makam warga. Namun, ukuran makam bakal dibahas lebih lanjut. ”Tidak perlu semuanya. Sekitar 2.000 meter saja sudah cukup,” kata Bambang Kusuma, panitia pembangunan Taman Pemakaman Umum (TPU) Makarya Binangun
Saat meninjau lokasi, Muhdlor memastikan satu makam di lahan tersebut tidak akan dibongkar. Site plan juga bakal diubah dari RTH menjadi tempat pemakaman agar tidak menyalahi aturan. Menurut Perbup Nomor 16 Tahun 2017 tentang Fasum, pemkab bisa mengambil alih fasum secara sepihak. ”Itu kalau kemudian tidak kunjung diserahkan, kalau terbengkalai,” jelas Gus Muhdlor, sapaannya.
Selama ini pengembang perumahan tersebut sudah tidak ada. ”Intinya, pemkab berkomitmen menangkap aspirasi ini. Yakni, terwujudnya makam di Makarya Binangun. Nanti kami eksekusikan agar tidak melanggar rambu-rambu. Yang penting, aspirasi terkait dengan kebutuhan makam terpenuhi,” jelas Muhdlor.
Bambang membenarkan, developer tidak lagi mengurusi perumahan tersebut. Sudah 30 tahun perumahan itu ditinggal developernya. Warga selalu swadaya untuk segala hal. Termasuk dalam rencana pembangunan makam, pembiayaan penerangan jalan, dan lainnya.
”Di sini ada 817 KK dan lebih dari 1.200 jiwa,” ungkapnya. Dengan jumlah warga yang cukup banyak, fasilitas kompleks pemakaman tentu sangat dibutuhkan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
