Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 September 2021 | 04.12 WIB

103 SD dan SMP di Surabaya Mulai Simulasi PTM Terbatas Bertahap

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi  di SDN Airlangga 1 meninjau PTM. Rafika Yahya/JawaPos.com - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi  di SDN Airlangga 1 meninjau PTM. Rafika Yahya/JawaPos.com

JawaPos.com–Sebanyak 15 SMP dan 88 SD di Surabaya melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) pada Senin (6/9). Simulasi itu dilakukan menjelang pelaksanaan PTM terbatas bertahap.

Beberapa sekolah yang melaksanakan adalah SDN Kaliasin 1, SDN Airlangga 1, SMPN 6, SMPN YBPK 1, dan SMP Untag. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan PTM di tiap sekolah sudah memenuhi protokol kesehatan.

”Hari ini (6/9) hanya 25 persen saja (siswa per sekolah). Setelah masuk 50 persen, apakah euforia enggak. Ini hati-hati. Harus terbiasa dengan prokes supaya nyaman. Insya Allah bisa lebih baik,” tutur Eri ketika ditemui di SMP Untag pada Senin (6/9).

Eri memastikan, tidak ada sekolah yang mewajibkan siswa untuk menggunakan seragam. Dari pantauan JawaPos.com, baik di SMP Untag, SDN Kaliasin 1 maupun sekolah lain, siswa menggunakan pakaian bebas.

Nggak wajib pakai seragam. Sekolah juga tidak boleh jualan seragam di koperasi. Pakai seragam yang ada saja,” ujar Eri.

Kepala SMPN 6 Surabaya A. Sya'roni menjelaskan, pihaknya hanya membuka 2 kelas sampai Jumat (10/9). Siswa mengikuti PTM secara bergiliran.

”Akan evaluasi. Minggu depan atau selanjutnya PTM terbatas. Ini seminggu simulasi. Yang dapat izin orang tua kita pilih giliran. Hari ini (6/9), 12 orang,” jelas Sya’roni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Supomo menjelaskan, tiap hari, sekolah wajib melampirkan laporan dan kejadian. ”Akan evaluasi besar se-Surabaya. Dari 25 persen yang ikut nanti bertahap untuk melibatkan sesuai dengan situasi dan perubahan yang begitu cepat berubah,” tutur Supomo.

Supomo memberi istilah PTM terbatas bertahap untuk mempelajari kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Sehingga proses evaluasi akan menyeluruh. Perbaikan juga dapat dilakukan dengan cepat.

”Sehebat apapun menyiapkan, namanya manusia tempatnya salah. Oleh karena itu pasti nanti muncul kekurangan yang harus kita evaluasi,” ucap Supomo.

Sebelumnya, lanjut Supomo, PTM terbatas bertahap telah melalui proses yang panjang dan sudah lama disiapkan. ”Jadi insya Allah semuanya sudah siap kita atur berdasar instruksi dalam negeri dan SKB 4 Menteri semua sekolah melakukan tatap muka,” terang Supomo.

Dia menegaskan, pihaknya sudah memberikan pembekalan pada siswa yang mengikuti PTM. Pembekalan itu diberikan pakar epidemiolog.

”Harapan kami, anak-anak memahami pandemi agar mereka tidak salah dalam berbuat. Kemudian kami sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah. Jangan ada jam kosong bahkan jangan ditinggal sehingga anak-anak terkendali,” ucap Supomo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore