
Ilustrasi HIV/AIDS. Dok JawaPos
JawaPos.com – Peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember dimanfaatkan dinas kesehatan (dinkes) Gresik untuk mengedukasi masyarakat. Sebab, pada 2023 ini kasusnya meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Salah satunya, ditemukan 10 ibu hamil (bumil) positif HIV.
Sepanjang 2023, dinkes mencatat bahwa ada 195 kasus baru di Kota Pudak. Jumlah itu lebih banyak daripada tahun 2022 yang hanya 162 kasus baru. Saat ini terdapat 602 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Pudak.
Kemarin (1/12) Kepala Dinkes Pemkab Gresik dr Mukhibatul Khusnah dan Ketua Tim Penggerak PKK Nurul Haromaini melakukan podcast (siniar) terkait dengan peringatan Hari AIDS.
”Tidak dimungkiri, kasus HIV/AIDS di Gresik meningkat dari tahun sebelumnya. Tapi, ini perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat menghindari aktivitas yang berisiko,” kata Mukhibatul.
Di Gresik, kasus penularan HIV/AIDS biasanya berasal dari seks bebas. Karena itu, masyarakat perlu menghindari seks bebas. Bahkan, sering kali para ibu rumah tangga berisiko tertular dari pasangannya.
Penularan di Kota Pudak berasal dari laki suka laki (LSL), tertular dari suami, hingga hubungan seksual lewat aplikasi online. ”Kami sekarang gencar memeriksa ibu hamil. Dan, tahun ini kami menemukan 10 ibu hamil positif HIV,” ungkapnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Nurul Haromaini menyampaikan, pihaknya melakukan pendekatan dari hulu untuk memutus persebaran HIV ini. Karena di Gresik paling banyak penularan dari LSL, pihaknya melakukan pendekatan pada pergaulan anak muda. ”Mulai karang taruna, kami lakukan pendekatan agar menjaga pergaulan,” ujarnya.
Sementara itu, dokter konseling ODHA RSUD Ibnu Sina Desy Arhadinantiyas mengungkapkan, penularan virus HIV tidak melulu berasal dari suami. Terbukti, dari 10 bumil positif HIV, ada beberapa suami yang hasil tesnya dinyatakan negatif.
Selain bumil, Desy menyebut bahwa ada satu balita yang terkonfirmasi positif HIV. Balita ini tertular dari si ibu. ”Apakah tidak bisa dicegah, sangat bisa. Ketika bumil positif HIV, dengan konsumsi obat rutin 100 persen, tidak akan menulari anaknya,” jelas Desy.
Karena itu, setiap ODHA perlu mengonsumsi obat secara rutin. Dengan begitu, virus di dalam tubuhnya tidak bisa menular ke orang lain. ”Semakin ke sini, kasus yang putus obat semakin berkurang. Karena itu, pentingnya merangkul para ODHA dan tidak mendiskriminasi,” tuturnya.
Pemkab Gresik sedang gencar melakukan sosialisasi untuk mengejar target menuju akhir AIDS pada 2030. Sosialisasi ini merupakan upaya untuk mencapai target 3 Zero 2030, yang terdiri atas nol kasus HIV baru, nol kematian karena HIV, dan nol diskriminasi terhadap ODHA.
Secara akumulatif, terdapat 89 orang yang dinyatakan berhenti berobat. Memang, ODHA harus meminum obat antiretroviral seumur hidupnya. Yang dirasakan, kadang muncul rasa bosan. Apalagi di tahun-tahun awal. Jadi, ODHA perlu di-support lingkungan. (son/c14/diq)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
