Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 November 2023 | 06.38 WIB

Di Era Digital, Wali Kota Eri Ajak Pelajar Bijak Gunakan Media Sosial

 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

JawaPos.com–Teknologi digital telah merevolusi berbagai aspek kehidupan. Namun teknologi juga memiliki dampak negatif begitu besar apabila tidak bisa digunakan atau dimanfaatkan secara bijak.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, digitalisasi dengan mudah membuat orang menjadi terkenal melalui platform media sosial (medsos). Masyarakat dengan mudah menemukan beragam konten.

”Tetapi, tidak semua konten yang diunggah itu adalah hal yang bersifat positif,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi dalam acara Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Menatap Surabaya 5 Tahun ke Depan dan coaching clinic Literasi Digital dan Stop Bullying di Gedung Balai Budaya kompleks Balai Pemuda, Surabaya.

Acara FGD diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Surabaya diikuti para jurnalis dan praktisi pers. Hadir pula ratusan pelajar dari sejumlah SMP negeri di Kota Surabaya.

”Maka anak-anakku, harus bisa membedakan, menggunakan dan memanfaatkan digitalisasi untuk kepentingan yang baik. Jangan sampai digitalisasi itu akhirnya menciptakan perpecahan di antara kita,” ucap Wali Kota Eri Cahyadi.

”Jadi anak-anakku semua, harus bisa memilah dan memilih, mana yang baik dan mana yang buruk,” tambah dia.

Menurut Eri, dalam membangun Surabaya 5 tahun ke depan, hal yang utama adalah pendidikan harus dilandasi agama, akidah dan akhlakul karimah. Indonesia dan khususnya Surabaya, akan jauh lebih hebat apabila setiap manusia didasari dengan agama.

”Jadi, insya Allah dengan karakter yang bagus, dengan pemahaman yang dilandasi agama, 5 tahun ke depan anak-anak Surabaya akan mengerti digitalisasi, tapi bisa membedakan mana yang berguna dan bermanfaat, lalu mana yang negatif,” jelas Eri.

Wali Kota Eri mengapresiasi SMSI Surabaya. Menurut dia, acara seperti itu akan semakin menambah pemahaman anak-anak khususnya para pelajar tentang bagaimana menghormati dan menghargai orang lain.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Lutfil Hakim berpesan agar para pelajar dapat memilih dan memilah informasi yang beredar. Pada era media sosial, informasi dengan mudah didapatkan masyarakat.

”Ruang publik sudah sangat terkontaminasi, pilihlah sumber-sumber informasi dari media resmi, media mainstream. Sebab, media pers untuk mengonstruksi informasi, berita, maupun gambar, ada tahap-tahap yang harus dilalui,” kata Lutfil Hakim.

Sementara itu, Ketua SMSI Kota Surabaya Iskandar Pribowo menerangkan, ada berbagai isu tantangan Surabaya dalam 5 tahun ke depan yang dibahas dalam FGD. Di antaranya adalah persoalan infrastruktur, ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga transportasi.

”Surabaya harus mampu mengatasi berbagai tantangan tersebut agar bisa menjadi kota yang lebih baik di masa depan,” kata Iskandar Pribowo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore