Bukan tanpa alasan, hal tersebut guna untuk kembali menjadi tuan rumah untuk event-event atau ajang internasional lainnya seperti Piala Dunia U-17.
Melansir dari Radar Surabaya pada Rabu (29/11), Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Jawa Timur, Moh. Ali Kuncoro, mengatakan bahwa sebelum Piala Dunia U-17 pihaknya sudah sempat terbesit pikiran untuk membangun Sport Center tersebut, namun masih terhenti sebagai rencana saja.
"Saya sudah pernah sampaikan bahwa harus mulai dipikirkan kita punya Sport Center yang satu titik, jadi semua ada di situ. Pada saat itu, saya ditanya lokasi di mana, di daerah Malang Raya saya pikir paling representatif," ujar Ali.
Suksesnya ajang Piala Dunia U-17 di Surabaya, semakin menginspirasi keinginan Jawa Timur guna membangun Sport Center tersebut. Event Internasional itu membuat nama Indonesia menjadi sorotan dunia karena dinilai mampu menjadi tuan rumah dengan sangat baik.
Dalam gelaran Piala Dunia U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pertandingan berjalan dengan sangat lancar serta dipenuhi dengan penonton yang tertib ketika menuju venue maupun meninggalkan venue.
Kesuksesan itulah, yang kemudian semakin menginspirasi Ali untuk mewujudkan pembangunan pusat olahraga atau Sport Center di Jawa Timur.
Tak hanya sepak bola, Sport Center dinilai akan membantu para atlet di berbagai cabang olahraga (cabor) untuk mendapat tempat pelatihan atau pembinaan yang lebih optimal.
"Harapan saya pada tahun 2025 sudah bisa mulai diwujudkan bersama (pembangunan Sport Center, Red). Sekali lagi, ini tidak bisa hanya seorang Kadispora. Ketika bicara politik anggaran, pihak yang lainnya juga harus mendukung bahwa betapa strategisnya ketika Jawa Timur punya itu (Sport Center)," jelas Ali.
Diketahui, Sport Center yang ada di Indonesia hanya ada beberapa titik saja di sejumlah provinsi.
Di antaranya yaitu Kompleks Istora Gelora Bung Karno, Senayan (Jakarta) dan Jakabaring (Palembang).
"Jawa Timur ini gudangnya atlet. Kalau tidak punya, nanti pada hijrah ke mana-mana. Kenapa? Karena mereka merasa tidak bisa dikembangkan potensinya karena sarana yang tidak mendukung," terang Kadispora Jawa Timur itu.
"Ini adalah PR panjang (pembangunan Sport Center, Red), tapi harus dilakukan bersama-sama," imbuh Ali.
Selain itu, Ali mengatakan bahwa ajang Piala Dunia U-17 yang sukses digelar di Jawa Timur, tepatnya Surabaya, adalah satu capaian awal untuk mulai membawa semangat para atlet masa depan Indonesia.
"Piala Dunia U-17 di Jawa Timur ini, khususnya Surabaya, merupakan langkah awal dalam membawa spirit untuk generasi kita. Semangat luar biasa ini harus menggema untuk atlet masa depan," kata Ali.
Jawa Timur memang dikenal sebagai kiblat sepak bola Indonesia. Terbukti, banyak pemain sepak bola nasional yang dilahirkan dari klub sepak bola Jawa Timur.
Tak hanya sepak bola, Jawa Timur juga terkenal masif dalam pembinaan atletnya di berbagai cabor seperti basket, bola voli, bulutangkis, dll.
Oleh karena itu, keberadaan Sport Center di Jawa Timur diharapkan bisa sangat membantu pembinaan para atlet masa depan serta dapat memperkuat tradisi olahraga Jawa Timur.
Selain itu, juga bisa membuat Jawa Timur kembali menjadi tuan rumah di ajang olahraga Internasional lainnya.