
ANTISIPASI: Calon penumpang pesawat di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda kemarin. Petugas memperketat pengawasan, menyortir penumpang, dan memperluas batasan pengantar. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Lonjakan angka penderita Covid-19 membuat Bandara Internasional Juanda diperketat. Penumpang yang hendak terbang harus disortir dahulu. Sementara itu, batas pengantar juga diperluas. Hal tersebut dilakukan untuk mensterilkan dan mencegah adanya kerumunan penumpang.
Sejak pandemi Covid-19, Bandara Juanda melakukan pengetatan. Terlebih saat adanya lonjakan angka positif Covid-19 di Jatim. Pengawasan dan pengetatan area bandara lebih dimasifkan. Salah satunya, penumpang yang jadwal keberangkatannya lebih dari tiga jam dilarang masuk ke area check-in.
Stakeholder Relation Manager Bandara Juanda Yuristo Ardhi H. menuturkan bahwa petugas ditempatkan di beberapa titik. Tujuannya, menyortir penumpang sebelum masuk area validasi atau check-in. Jika jadwal keberangkatannya masih lama, petugas mengarahkan untuk menunggu di area anjungan.
Jumlah kursi dan ruang tunggu ditambah.
Para pengantar juga tidak bisa lagi masuk ke area anjungan. Garis pembatas dan petugas disiapkan di sana. Jadi, yang bisa masuk hanya para penumpang. ’’Kami sterilkan di anjungan hanya untuk ruang tunggu penumpang,’’ kata Yuris Kamis siang.
Semua penumpang yang sebelumnya bebas masuk ke area validasi syarat terbang sekarang harus melewati petugas untuk dilihat jadwal keberangkatannya. Upaya itu dilakukan agar tidak ada antrean di konter check-in maupun ruang tunggu sebelum terbang. Kalaupun ada antrean penumpang, itu terjadi di anjungan yang areanya terbuka.
Menurut Yuris, penyortiran itu dilakukan setelah peniadaan mudik Lebaran berakhir. Hanya, pengawasanya diperketat. Petugas patroli lebih dimasifkan untuk mencegah pelanggaran prokes. ’’Imbauan dari pengeras juga terus kami lakukan,’’ terangnya.
Dia menjelaskan bahwa semua penumpang akan mendapat imbauan. Mereka juga diingatkan untuk melihat jadwal penerbangannya. Tujuannya, mereka tahu kapan waktunya untuk masuk ke area check-in.
Baca Juga: Sah PPKM Darurat Diterapkan, Luhut: Nggak Ada Mal Buka Sampai 20 Juli
Soal penerapan PPKM darurat, hingga kemarin siang Bandara Juanda masih menunggu edaran terkait syarat-syaratnya. Yang jelas, penerbangan tujuan ke beberapa wilayah memiliki syarat khusus. Misalnya, untuk rute Bali, penumpang wajib membawa hasil tes PCR bebas Covid-19. Informasi syarat perjalanan tersebut bisa diakses di media sosial Bandara Juanda.
Yuris menambahkan, jumlah penumpang dalam tiga hari terakhir sedikit landai. Jika sebelumnya per hari mencapai 23 ribu penumpang, dalam tiga hari terakhir hanya ada 20 ribu penumpang per hari.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
