
EVALUASI: Jajaran Forkopimda Gresik mengadakan rapat koordinasi terkait penanganan kasus Covid-19 di kantor bupati, Kamis (24/6). (Galih Wicaksono/Jawa Pos)
JawaPos.com - Untuk kali kesekian jajaran Forkopimda Gresik mengadakan rapat koordinasi (rakor). Agenda rapat di kantor pemkab itu adalah melakukan evaluasi atas peningkatan kasus Covid-19. Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Fandi Akhmad Yani.
Hadir dalam pertemuan itu, antara lain, Wabup Aminatun Habibah, Kapolres AKBP Arief Fitrianto, Ketua DPRD Gresik M. Abdul Qodir, Kajari Gresik Heru Winoto, Pj Sekda Abimanyu Pontjoatmojo Iswinarno, dan Kepala Kemenag Gresik Markus. Sejumlah pimpinan OPD, para camat, Kapolsek, dan Danramil juga hadir.
Dalam kesempatan itu, bupati kembali berharap sinergisitas tiga pilar untuk terus meningkatkan kinerja guna menekan angka Covid-19. Peningkatan kasus belakangan ini hampir merata. Dia juga meminta para camat untuk intensif berkoordinasi dan berkomunikasi dengan para kepala desa di wilayah masing-masing. Terutama tentang pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.
’’Sudah jelas bahwa di desa dan kelurahan harus ada posko Covid-19. Apabila PPKM mikro benar-benar dapat berjalan efektif, kita punya alternatif lain untuk melakukan isolasi,’’ ujar Yani. Dia juga meminta apabila terdapat rukun tetangga (RT) yang masuk zona merah, untuk sementara RT bersangkutan ditutup saja.
Sementara itu, Kapolres AKBP Arief Fitrianto tidak menampik bahwa belakangan ini persebaran Covid-19 sudah sangat mengkhawatirkan. Karena itu, perlu kebijakan lebih ketat. Terutama dalam menjaga protokol kesehatan di kalangan masyarakat. ’’Penambahan tempat tidur dan pembukaan Pondok Rehabilitasi Gejos perlu segera direalisasikan,’’ harapnya.
Arief juga menyatakan, koordinasi atau hubungan tata cara kerja antarinstansi harus dievaluasi. Dia mencontohkan satgas pemakaman, jangan semua diserahkan ke dinas kesehatan. Namun, perlu dibentuk satgas pemakaman di tingkat desa. ’’Jam malam perlu diaktifkan lagi untuk mengurangi mobilitas masyarakat. Kalau perlu, ada kesepakatan untuk menerapkan seperti saat pelaksanaan PSBB lalu,’’ kata alumnus Akpol 2001.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
