
WAJIB TES: Petugas satpol PP menghentikan sepeda motor yang melintasi penyekatan di Suramadu saat pagi. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Virus korona terus menjadi ancaman. Bukti itu terlihat dari pertambahan warga yang terpapar Covid-19. Alhasil, lonjakan pasien tersebut berdampak pada metropolis. Beban Surabaya semakin berat.
Dari data pemkot, ada dua indikator yang menjadi perhatian. Pertama, bed occupancy ratio (BOR). Persentasenya terus meningkat. Informasi kedua adalah positivity rate yang juga kian melesat.
Semula persentase BOR berkisar 37,6 persen. Minggu ini tingkat keterisian rumah sakit naik menjadi 53 persen. Angka positivity rate (PR) juga bertambah. Yang semula 7 persen menjadi 9 persen.
Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan, pemkot terus memonitor kasus korona di Kota Pahlawan. Hasilnya, BOR serta PR memang naik. Contohnya, rumah sakit. Awalnya, BOR sangat kecil. Saat ini jumlahnya terus bertambah. Misalnya, pasien dalam perawatan asal Surabaya. Jumlahnya mencapai 171 orang.
Belum lagi pertambahan pasien dari luar kota. Sebab, Surabaya merupakan ibu kota provinsi. Mau tidak mau, pasien positif mendapatkan penanganan di Kota Pahlawan.
’’Surabaya tidak terpisahkan. Harus membantu wilayah lain,’’ paparnya.
Untuk positivity rate, sebelum Lebaran, Eri sempat lega. Persentasenya berada di bawah 5 persen. Lambat laun terus meningkat. Selepas Idul Fitri menjadi 7 persen. Saat ini PR naik lagi menjadi 9 persen.
Belum lagi, ada temuan varian baru virus korona. Yakni, B.1.617.2 atau delta. Varian anyar itu berasal dari India. Varian anyar tersebut ditemukan saat penyekatan di Suramadu.
Melihat data itu, pemkot wajib waspada. Penanganan Covid-19 tidak boleh kendur. Sebaliknya, harus terus diperkuat.
Ada sejumlah langkah yang dilakukan pemkot untuk membendung persebaran Covid-19. Pertama, menguatkan 3T. Testing, tracing, serta treatment digeber. Pemeriksaan kesehatan itu tidak hanya berjalan di batas kota. Namun, juga dilakukan di seluruh kecamatan.
Upaya kedua menerjunkan Swab Hunter. Contohnya, akhir pekan lalu satgas turun ke dua pasar. Yakni, pasar tumpah di sekitar Masjid Al Akbar serta Pasar Gembong Asih. Hasilnya, ada tiga pedagang yang positif terpapar Covid-19.
Uji usap kembali dihelat kemarin. Petugas turun di Mal Pasar Atom. Sebanyak 500 orang mengikuti swab test. Mulai pengelola, pedagang, hingga pengunjung. ’’Titik kerumunan seluruhnya kami lakukan uji usap,’’ paparnya.
Upaya lain pun dilakukan. Pemkot berdiskusi dengan Ikatan Keluarga Madura (Ikama) Surabaya. Salah satu topik yang dibahas adalah penanganan virus korona di perbatasan. Juga penyekatan di Suramadu.
Alumnus ITS itu menambahkan, sejatinya pemkot tidak membatasi warga Madura yang hendak ke Surabaya. Dengan catatan, pengendara harus dipastikan sehat. Bukti itu terlihat dari hasil pemeriksaan kesehatan. ”Siapa pun silakan masuk. Tetapi, harus ada surat sehat,’’ ucapnya.
Pembina Ikama Ahmad Zaini menuturkan, pihaknya akan memberikan bantuan kepada pemkot. Langkah pertama adalah melakukan pertemuan dengan gubernur Jatim. Tujuannya, mendesak pemprov mengeluarkan kebijakan agar penyekatan di sisi Madura diperketat.
Sementara itu, Kapolresta Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum menjelaskan, petugas terus melakukan penyekatan di Suramadu. Pemeriksaan diperkuat. ’’Kami mendapatkan tambahan petugas,’’ jelasnya.
Baca Juga: Pura-Pura Berkongsi, Pakai 77 Invoice Palsu, Kredit Cair Rp 65 M
Tambahan petugas memang dibutuhkan. Pasalnya, volume kendaraan yang melintas di Suramadu besar. Dalam satu hari, ada 2 ribu warga yang menjalani rapid test antigen. ”Banyak yang berangkat subuh untuk menghindari penyekatan,’’ tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
