Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 November 2023 | 04.48 WIB

Surabaya Jadi Kota Pertama Percontohan Pemenuhan Hak Anak, Wali Kota Eri Jalin MoU dengan Unicef dan Bappenas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi jalin MoU dengan Unicef dan Bappenas. - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi jalin MoU dengan Unicef dan Bappenas.

JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan penandatanganan rencana kerja tahunan (RKT) melalui penerusan kerja sama antara United Nation Children’s Fund (UNICEF) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Yakni tentang pemenuhan konvensi hak anak untuk program Child Friendly Cities Initiative (CFCI) di Gedung Merah Putih Kompleks Balai Pemuda Surabaya, Selasa (14/11).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau yang akrab disapa Bintang Puspayoga memberikan arahan secara daring. Dia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Unicef, dan Bappenas, atas kolaborasi penting yang tertuang melalui penandatanganan kerja sama.

”Ini menunjukkan kuatnya komitmen kepala daerah dan masyarakat Kota Surabaya dalam mewujudkan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan,” kata Bintang Puspayoga.

Dia juga memberikan apresiasi kepada Pemkot Surabaya atas langkah maju dalam memperkuat implementasi 24 indikator KLA melalui program CFCI Unicef yang bertujuan menjadikan Kota Surabaya sebagai kota layak anak tingkat dunia.

”Saya berharap langkah yang dilakukan Kota Surabaya ini dapat direplikasi kabupaten/kota lain di seluruh Indonesia,” ujar Bintang Puspayoga.

Perencana Ahli Madya Bappenas, Focal Point Pokja Perlindungan Anak, Program Kerja Sama Pemerintah RI-Unicef Yosi Diani Tresna menyampaikan, kegiatan itu menjadi momentum penting dalam menegakkan komitmen serta peran Pemkot Surabaya dan Unicef untuk berkolaborasi dalam program CFCI yang bertujuan memastikan setiap anak dapat tinggal di lingkungan perkotaan yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

”Kota Surabaya dipilih menjadi kota pertama di Indonesia yang menjadi pilot dari program CFCI, karena memiliki potensi besar untuk menjadi kota layak anak yang berstandar internasional,” kata Yosi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, melalui penandatanganan kerja sama tersebut, diharapkan Kota Surabaya dapat menjadi kota layak anak tingkat dunia. Kota Surabaya sudah 6 kali berturut-turut mendapatkan predikat utama dalam penganugerahan dan pemberian penghargaan kabupaten/kota layak anak (KLA).

”Kenapa kami memberanikan diri ke internasional dan satu-satunya di Indonesia? karena kami berupaya di Surabaya selalu mengutamakan hak anak,” kata Wali Kota Eri.

Sementara itu, Kepala Kantor Unicef untuk Wilayah Jawa Tubagus Arie Rukmantara memberikan ucapan selamat kepada anak-anak di Kota Pahlawan yang telah memberanikan diri untuk ikut serta mewujudkan Surabaya menjadi kota layak anak tingkat dunia. Apalagi sejak 2014, Kota Surabaya terus membuktikan dengan meraih predikat kota layak anak.

”Konsep atau prasyarat keberlanjutan ini dipenuhi Surabaya, kami dorong menjadi CFCI. Anak-anak Surabaya sangat aktif, mereka melakukan presentasi secara daring ke Asia Pacific, bahkan mereka menyatakan ingin jadi kota layak anak tingkat dunia,” kata Arie.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore