
Surat wasiat Caroline Angelica yang ditemukan tewas di Sidoarjo pada Minggu (5/11).
JawaPos.com - Caroline Angelica, mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga Surabaya, yang ditemukan tewas meninggalkan beberapa surat wasiat.
Caroline meninggalkan surat dua lembar. Nah, di lembaran ke-2, salah seorang yang disurati yakni pamannya. Surat itu ditulis kata susuk (shusu). Dalam bahasa Tionghoa, susuk atau shusu berarti Paman.
Begini isi surat Caroline untuk susuk (Paman) yang ditulis mendiang dengan bahasa Inggris:
"Thankyou for opening my eyes to the cruel world. But this fragile stupid kid whom you loved just can’t handle reality. I’m choosing to escape. I’m sorry I’m a coward. I’m not smart. I’m not wise. You saw me wrong. I see no future, yet a successful one."
Dari tulisan itu menggambarkan, Caroline menyampaikan jika selama ini pandangan orang lain terhadap dirinya salah. Mahasiswi PPDH Fakultas Kedokteran Hewan Unair itu juga menilai dunia kejam.
Selain itu, dia juga merasa lemah. Caroline menggambarkan dirinya juga rapuh. Sebelumnya, Caroline ditemukan tewas di Sidoarjo oleh Polsek Waru pada Minggu (5/11).
Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unair (FKH Unair) Prof Dr Murni Lamid drh MP buka suara setelah mendengar kabar tewasnya CA di Sidoarjo. Korban adalah salah satu mahasiswanya di FKH Unair.
”Sekarang, CA ini sedang menjalani program pendidikan dokter hewan yaitu program coasistensi dan sekarang akan memasuki pada divisi,” ungkap Murni.
Prof Dr Murni mengaku bahwa dirinya ndredeg kejer dan menangis tanpa henti begitu mendengar kabar kematian CA.
”Saya menangis dari tadi itu karena ini berita yang mendadak. Kami merasa dengan adanya berita ini sangat terpukul sekali sehingga saya agak ndredeg ini,” ucap Murni Lamid.
Di mata Murni, CA adalah mahasiswi yang baik dan memiliki banyak teman. Murni tak menyangka jika CA pergi untuk selama-lamanya dengan cara seperti itu.
Sebelumnya, Proses penyidikan kematian CA, salah seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) terus berlangsung. Berbagai barang-barang ditemukan Polresta Sidoarjo.
Selain secarik surat, polisi juga menemukan barang lain. Kanitreskrim Polsek Waru Sidoarjo AKP Ahmad Yani mengatakan, CA ditemukan tewas di dalam mobil yang terparkir di halaman Apartemen Royal Bisnis, Kecamatan Waru, Sidoarjo, pada 5 November.
Di dalam kendaraan, lanjut Yani, polisi menemukan beberapa barang pribadi milik korban. Antara lain, handphone dan kartu identitas diri.
Selain benda-benda itu, polisi juga menemukan tabung helium serta selang mengarah ke kantong plastik yang membungkus kepala korban serta sepucuk surat wasiat berbahasa Inggris.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
