Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 17.30 WIB

Awal Surat Caroline Angelica Mahasiswi FKH Unair: Terima Kasih Telah Membuka Mataku terhadap Dunia yang Kejam

Surat wasiat Caroline Angelica yang ditemukan tewas di Sidoarjo pada Minggu (5/11). - Image

Surat wasiat Caroline Angelica yang ditemukan tewas di Sidoarjo pada Minggu (5/11).

JawaPos.com - Caroline Angelica, mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga Surabaya, yang ditemukan tewas meninggalkan beberapa surat wasiat.

Caroline meninggalkan surat dua lembar. Nah, di lembaran ke-2, salah seorang yang disurati yakni pamannya. Surat itu ditulis kata susuk (shusu). Dalam bahasa Tionghoa, susuk atau shusu berarti Paman.

Begini isi surat Caroline untuk susuk (Paman) yang ditulis mendiang dengan bahasa Inggris:

"Thankyou for opening my eyes to the cruel world. But this fragile stupid kid whom you loved just can’t handle reality. I’m choosing to escape. I’m sorry I’m a coward. I’m not smart. I’m not wise. You saw me wrong. I see no future, yet a successful one."

Dari tulisan itu menggambarkan, Caroline menyampaikan jika selama ini pandangan orang lain terhadap dirinya salah. Mahasiswi PPDH Fakultas Kedokteran Hewan Unair itu juga menilai dunia kejam.

Selain itu, dia juga merasa lemah. Caroline menggambarkan dirinya juga rapuh. Sebelumnya, Caroline ditemukan tewas di Sidoarjo oleh Polsek Waru pada Minggu (5/11).

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unair (FKH Unair) Prof Dr Murni Lamid drh MP buka suara setelah mendengar kabar tewasnya CA di Sidoarjo. Korban adalah salah satu mahasiswanya di FKH Unair.

”Sekarang, CA ini sedang menjalani program pendidikan dokter hewan yaitu program coasistensi dan sekarang akan memasuki pada divisi,” ungkap Murni.

Prof Dr Murni mengaku bahwa dirinya ndredeg kejer dan menangis tanpa henti begitu mendengar kabar kematian CA.

”Saya menangis dari tadi itu karena ini berita yang mendadak. Kami merasa dengan adanya berita ini sangat terpukul sekali sehingga saya agak ndredeg ini,” ucap Murni Lamid.

Di mata Murni, CA adalah mahasiswi yang baik dan memiliki banyak teman. Murni tak menyangka jika CA pergi untuk selama-lamanya dengan cara seperti itu.

Sebelumnya, Proses penyidikan kematian CA, salah seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) terus berlangsung. Berbagai barang-barang ditemukan Polresta Sidoarjo.

Selain secarik surat, polisi juga menemukan barang lain. Kanitreskrim Polsek Waru Sidoarjo AKP Ahmad Yani mengatakan, CA ditemukan tewas di dalam mobil yang terparkir di halaman Apartemen Royal Bisnis, Kecamatan Waru, Sidoarjo, pada 5 November.

Di dalam kendaraan, lanjut Yani, polisi menemukan beberapa barang pribadi milik korban. Antara lain, handphone dan kartu identitas diri.

Selain benda-benda itu, polisi juga menemukan tabung helium serta selang mengarah ke kantong plastik yang membungkus kepala korban serta sepucuk surat wasiat berbahasa Inggris.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore