JawaPos.com - Musim hujan di Surabaya diperkirakan akan berlangsung pada awal Desember mendatang. Demi mencegah adanya genangan apalagi banjir di wilayah setempat, Pemkot berupaya menambah pembangunan saluran air.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya, Lilik Arijanto menyatakan pihaknya tengah mengebut pembangunan saluran dan konektivitas saluran air terutama di wilayah perkampungan.
Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pengerukan saluran untuk antisipasi banjir. “Kalau untuk pembangunan dan koneksitas saluran target akhir tahun ini sudah hampir 80 persen. Kalau untuk pengerukan kami sudah melakukan pengerukan sejak awal tahun di saluran-saluran utama, dan itu terus kami lakukan hingga saat ini,” katanya seperti dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Grup), Sabtu (4/11).
Namun sebelum lebih fokus pada pembangunan saluran, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga kota Surabaya tengah fokus melakukan pembersihan enceng gondok di saluran-saluran primer.
Tumbuhan tersebut perlu dibersihkan karena dapat menghambat aliran air di sungai. “Makanya kita fokus bersihkan itu dulu sebelum datang hujan,” pungkas Lilik.
Pemkot Surabaya memang menargetkan wilayahnya bebas banjir maupun genangan saat musim hujan tiba. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi beralasan, Surabaya sebenarnya bukan termasuk wilayah yang rawan banjir.
Bagi walikota yang akrab disapa Cak Eri itu, tidak ada yang namanya banjir di Surabaya, yang ada adalah genangan. “Karena setelah 30 menit, maksimal, di Surabaya genangan itu sudah hilang," tegas Eri.
Ia sudah berkomitmen seluruh wilayah di Surabaya bisa terbebas dari genangan saat musim hujan nanti. Maka dari itu, ia memastikan akan meneruskan RPJM pada masa Wali Kota Tri Rismaharini.
"Saya tidak ingin ada hujan lalu ada genangan, itulah yang sekarang kami minta seluruh wilayah di perkampungan yang ada genangan, kami pasang saluran, kami koneksikan," tuturnya.
Eri bahkan meminta warga Surabaya jika di wilayah pemukimannnya belum ada saluran, silakan melapor, maka nanti akan dibuatkan oleh Pemkot.
"Kalau tidak punya saluran kami buatkan saluran, dan itu akan kami bangun. Itu target selesai tahun 2023. Tapi kalau masih ada yang belum selesai di 2023, maka di bulan Maret 2024 harus sudah selesai," tegasnya.
Dengan berbagai upaya pembangunan saluran dan konektivitasnya itu, dia berharap genangan yang biasa terjadi di musim hujan bisa berkurang. Namun Eri juga mewanti-wanti masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan agar tidak memicu timbulnya genangan di musim hujan, misalnya dengan kerja bakti membersihkan saluran air yang tersumbat.
"Terus kita juga harus saling mengingatkan satu dengan yang lainnya, yang terpenting adalah jaga kebersihan, jaga saluran. Adakan kerja bakti agar saluran air tidak ada yang tersumbat. Dengan begitu, Surabaya akan bebas dari genangan," pungkas Eri.