Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Oktober 2023 | 17.54 WIB

Surabaya Panas Ngentang-Ngentang: Air Galon Cepat Habis, Penjual Es dan Kafe Laris Manis

BERLINDUNG DARI PANAS: Meira, karyawati swasta, keluar kantor saat jam istirahat dengan memakai payung agar terhindar dari sengatan matahari kemarin (29/10).

Cuaca panas di Surabaya membuat warga makin sering membeli air kemasan galon dan mengonsumsi minuman dingin. Joko bahkan bisa menghabiskan 5–6 galon air dalam sebulan. Di sisi lain, pedagang es teh berharap musim panas masih panjang agar dagangan mereka tetap laku.

---

Karena cuaca panas, warga Kertajaya Dewi Nur Rofiah kini bisa menghabiskan sampai 3 galon air dalam sebulan. Biasanya, dia hanya mengonsumsi paling banyak 2 galon bahkan kurang dalam sebulan. ”Nggak terlalu suka minum sebenarnya,” katanya.

Ketika Surabaya sedang panas-panasnya, Dewi jadi lebih sering mandi dan menyalakan kipas angin. Biasanya, dia baru menyalakan kipas angin saat siang.

Kini kipas angin selalu berputar 24 jam nonstop. ”Sekarang habis mandi saja masih gerah, kamar mandi juga panas banget rasanya. Pengin berendam rasanya,” imbuhnya.

Gaji bulanan yang diterima Joko Aji Suroso juga banyak dipakai untuk membeli air galon. Dalam sebulan Joko bersama keluarga bisa menghabiskan 5–6 galon air. ”Biasanya hanya 4 galon,” ujar warga Kelurahan Dupak itu.

Warga Tanah Kali Kedinding Yoyok Suhendro mengaku tak kuat apabila tidak minum air dingin saat siang. Setiap hari dia selalu membeli es. ”Dulu paling beli sebungkus. Kini bisa naik beli empat bungkus. Puanase poll,” ucapnya.

Lain halnya dengan Suryanti. Penjual es teh di kawasan Dukuh Pakis mendapat durian runtuh di tengah warga yang kegerahan. Bisnis jualan es teh miliknya laris manis. Dalam sehari hampir seratus cup es teh terjual.

”Mungkin karena panas kentang-kentang ya, podo ngelak kabeh,” ujarnya sembari sibuk melayani pelanggan.

Dia baru berjualan akhir Juli lalu. Modalnya tidak sampai Rp 500 ribu. Namun, kini sudah balik modal. ”Pengennya ya gini terus. Tapi, kasihan juga orang-orang kepanasan. Mungkin kalau nanti hujan, ganti jualan yang lain,” papar Suryanti.

Kafe-kafe juga tambah ramai. Memang pengunjungnya tidak naik signifikan. Tapi, banyak warga yang memesan minuman dan makanan dengan menggunakan jasa pesan antar.

”Penggunaan untuk delivery (jasa pesan antar, Red) ada peningkatan di siang hari,” ucap Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur Ferry Setiawan.

Sementara itu, Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya Arief Wisnu Cahyono mengatakan, selama musim panas ini belum tercatat ada kenaikan penggunaan air oleh pelanggan, khususnya rumah tangga. Masih stabil seperti biasanya. Antara 26–29 meter kubik per bulan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore