Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Oktober 2023 | 03.51 WIB

Perjalanan Konsentrat Tembaga Dari Papua Hingga ke Smelter Gresik

ILUSTRASI. Tambang terbuka Grasberg berdiameter 3 kilometer ini sudah menghasilkan 1,3 miliar ton bijih sejak pertama.


JawaPos.com
- Pembangunan Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia ditarget bisa selesai akhir 2024. Smelter single line terbesar di dunia ini nantinya akan memiliki kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat per tahun. Hasil tambang dari pegunungan Jayawijaya ini akhirnya bisa diolah di dalam negeri.

Hingga akhir September kemarin, progres konstruksi Smelter Manyar telah mencapai 79 persen. Target pada Desember proses konstruksi bisa diselesaikan. Sehingga pada awal tahun 2024 dilakukan pre-commissioning dan commissioning hingga akhir bulan Mei 2024. Nantinya smelter tembaga di JIIPE akan mampu memproduksi sekitar 600.000 ton katoda tembaga per tahun.

Sudah puluhan tahun sejak 1967 hasil tambang tembaga ini diekspor ke luar negeri. Tahun depan, 100 persen konsentrat bisa diolah di dalam negeri. Masing-masing 1,7 juta ton di Smelter Manyar dan 1,3 juta ton di PT Smelting.

Sebelum konsentrat itu dikirim ke Smelter Manyar, terdapat proses yang sangat panjang. PTFI memiliki tiga tambang. Yakni tambang terbuka (open pit minning) Erstberg, tambang Grasberg dan tambang bawah tanah (block cave) Deep Mill Level Zone (DMLZ). Saat ini yang masih beroperasi hanya tambang bawah tanah.

Untuk menuju ke area tambang, butuh perjalanan panjang dan keamanan ekstra. Begitu sampai di Bandara Mozes Kilangin di Kabupaten Timika, langsung menaiki iring-iringan bus dengan lapisan pelindung untuk menuju ke Tembagapura. Perjalanan ditempuh selama 2,5 jam melintasi jalan curam ke atas pegunungan Jayawijaya. Seperti di dalam bunker, penumpang bus tidak bisa melihat sekeliling jalan. Sebab bus itu dilengkapi pelindung berwarna hitam.

Sesampainya di Tembagapura atau mile 68 suasana tampak begitu ramai. Ada supermarket, barak karyawan menjulang tinggi, cafe dan restoran, hingga rumah sakit. Perjalanan berlanjut menuju area ridge camp atau mile 72. Sama halnya di Tembagapura, disini juga terdapat supermarket, fasilitas kesehatan dan hiburan, hingga barak karyawan. Ada 11 ribu karyawan yang tinggal di area ini.

“Area ini merupakan office building 4 (OB4) pusat kontrol underground mine. Untuk menjalankan lokomotif hingga truk pengangkut oar atau batu hasil tambang,” ucap Corporate Communication PT Freeport Indonesia Karel Luntungan.

Dari OB4 perjalanan berlanjut ke underground mine. Menggunakan bus memasuki terowongan sejauh 1,1 kilometer yang dibuka sejak tahun 2012 lalu. Memiliki lebar sekitar 7-10 meter dengan kedalaman 1,5 kilometer, area tambang bawah tanah ini menjadi tambang yang masih dioperasikan PTFI.

Keluar dari terowongan bernama Ali Budiardjo ini kemudian naik menuju mile 74. Area ini merupakan pabrik konsentrat. Disini, hasil tambang yang masih berupa bijih (ore) diolah menjadi konsentrat berbentuk seperti pasir halus berwarna hitam.

Konsentrat ini kemudian dikirim dari mile 74 menuju ke Portsite di Pelabuhan Amamapare menggunakan pipa sejauh 110 kilometer. Pengiriman konsentrat memanfaatkan grafitasi dengan bantuan tekanan. “Tapi agar konsentrat bisa mengalir ditambahkan air,” Superintendent Project Leader, Safety Operations, Egi Alfa Oktavian.

Mile 74 merupakan area yang masih terlihat sibuk hingga saat ini. Tapi di atas mile 74 merupakan titik awal sejarah tambang terbesar di dunia. Yakni dengan adanya Ertsberg dan Grasberg.

Penampakan tambang terbuka Grasberg yang telah berhenti beroperasi sejak tahun 2020.

Dari mile 74, perjalanan menuju Grasberg menggunakan Tran atau kereta gantung yang membentang 1.600 meter yang pernah dinobatkan Tram terpanjang di dunia. Setelah perjalanan Tram 10 menit, dilanjutkan dengan perjalanan menaiki bus selama 45 menit.

Dalam perjalanan menuju Grasberg, bus juga melintasi tambang Ertsberg yang merupakan tambang pertama PT Freeport Indonesia. Tapi area Erstberg ini hanya kecil. Berbeda dengan Grasberg yang berada di ketinggian 4.282 meter dari permukaan laut (Mdpl). Grasberg memiliki diameter 3 kilometer dengan kedalaman 1,5 kilometer.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore