
BERI SEMANGAT: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyapa seorang pengajar yang menghadiri acara pengarahan guru sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Surabaya di Graha YKP kemarin (11/10).
JawaPos.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta guru lebih dekat dengan siswanya serta mendata para pelajar yang berpotensi melanggar aturan. Langkah itu bertujuan untuk mencegah kasus perundungan dan kenakalan remaja yang akhir-akhir ini kerap terjadi.
Imbauan itu disampaikan Eri saat memberikan pengarahan kepada seluruh guru di Graha YKP kemarin (11/10). Menurut dia, anak-anak rentan terpapar masalah sosial.
”Saya lihat anak-anak sekarang ada yang rokokan, mendem, dan lainnya. Untuk mengantisipasinya, pendekatan guru harus berbeda. Bukan dengan kekerasan seperti dulu. Guru harus keras, disiplin, tapi lembut,” ucapnya.
Menurut Eri, ada sejumlah faktor pemicu kenakalan remaja. Misalnya, di rumah, mereka tidak mendapat cukup kasih sayang. Di sekolah, mereka dicap anak nakal. Itu membuat pelajar tersebut memberontak.
”Sebenarnya, guru itu tahu siapa yang nakal dan lainnya. Tapi, saya bilang itu bukan nakal. Itu kelebihan. Dia punya keberanian. Tinggal sekarang diarahkan,” ujarnya.
Eri meminta anak yang memiliki kelebihan dan keberanian itu didata. Selanjutnya, pelajar tersebut diajak mengikuti kegiatan sesuai minat dan bakatnya. Dengan demikian, penanganan masalah anak tidak berujung kekerasan.
”Guru yang menghadapi anak sing senengane balapan ojo wedi. Daftarkan masuk anggota Ikatan Motor Indonesia (IMI). Ada anak sing seneng bela diri nanti disalurkan bakatnya,” paparnya.
Kepala SMPN 62 Sutarwiyah menyatakan, sejatinya setiap sekolah sudah menyiapkan banyak langkah untuk mencegah kenakalan remaja. Di SMPN 62 misalnya, dia mengubah citra negatif ruang bimbingan konseling (BK).
Itu dilakukan agar siswa nyaman saat berkunjung ke ruangan tersebut. ”Alhamdulillah, dengan begitu komunikasi bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.
Selain itu, sekolah juga rutin menggelar kegiatan kecil namun berdampak positif pada pelajar. Contohnya, menyambut kedatangan siswa di sekolah. Guru juga mendampingi murid saat istirahat dan ketika pulang.
”Kami rutin berkomunikasi dan bertemu orang tua siswa,” ucap Sutarwiyah. (gal/zam/c6/aph)

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
