
Ilustrasi police line. (Adnan Reza Maulana/Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com – Saat mengikuti ujian tes kenaikan tingkat di salah satu perguruan silat, M. Aditya Pratama dikeroyok enam seniornya.
Dia mengalami luka cukup parah di bagian kepala hingga dirawat di RSUD Ibnu Sina. Dua hari dirawat, nyawanya tak tertolong.
Satreskrim Polres Gresik sudah mengamankan enam orang tersangka. Sebagian besar pelaku masih di bawah umur. Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, Aditya meninggal pada Senin (9/10) malam. ”Akibat luka cukup parah pada bagian kepala,” ujarnya.
Luka itu, kata Aldhino, didapat korban setelah mengikuti tes kenaikan tingkat salah satu perguruan silat pada Sabtu (7/10) malam lalu. Pasca ujian, Aditya harus dilarikan ke Puskesmas Cerme.
”Saat dibawa ke puskesmas, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri,” tutur alumnus Akpol 2015 itu.
Sayangnya, kondisi Aditya tidak kunjung membaik dan akhirnya berpulang. Berbekal keterangan para saksi dan keluarga, Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik mengamankan para pelaku.
”Sudah ada enam orang yang kami tetapkan sebagai tersangka. Seluruhnya berasal dari Kecamatan Cerme,” terang Aldhino.
Mereka adalah AS, RM, dan S yang berusia 20 tahun. Tiga pelaku lainnya adalah D, ARG, dan HS. Ketiganya masih di bawah umur. Mereka diduga melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan korban tidak sadarkan diri.
”Proses penyidikan masih kami lakukan. Untuk mencari tahu keterlibatan pihak lainnya,” tutur perwira dengan tiga balok di pundak itu.
Ngatrip dan Suhartini, orang tua korban, tidak menyangka anak semata wayangnya itu pergi dengan cara yang amat tragis. ”Anak saya pamit untuk pergi berlatih silat. Bahkan, dia meminta doa agar lolos tes kenaikan tingkat,” kata Ngatrip.
Pria 48 tahun itu bercerita, putranya masih menyandang sabuk kuning. Ujian pada malam itu untuk mendapatkan gelar sabuk biru. Namun, pada Minggu dini hari, dia justru mendapat kabar bahwa putranya dilarikan ke Puskesmas Cerme.
”Teman-temannya datang ke rumah, memberi tahu kondisi anak saya,” jelasnya sembari meneteskan air mata.
Mendapat kabar itu, Ngatrip bergegas menuju Puskesmas Cerme. Namun, di tengah jalan, dia mendapat kabar bahwa putranya sudah dirujuk ke RSUD Ibnu Sina. ”Yang pasti, kondisinya semakin parah,” ucapnya.
Hasil visum menunjukkan bahwa putranya mengalami luka parah pada bagian kepala. Bahkan, tersebar di beberapa titik yang sangat vital.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
