
Warga Sidoarjo memeriksakan kehamilan dengan Ultrasonografi (USG) 2 Dimensi. Sebanyak 30 puskesmas di 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo melayani USG 2 dimensi.
JawaPos.com–Warga Sidoarjo sangat terbantu dengan adanya layanan tambahan berupa Ultrasonografi (USG) 2 Dimensi di 30 puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
”Saya sangat puas dengan layanan yang sangat luar biasa, karena dengan adanya USG ini saya mengetahui perkembangan calon bayi saya,” kata Laili Puasawati saat memeriksakan kehamilan anak pertamanya di Puskesmas Sidoarjo, Jumat (6/10).
Perempuan yang akrab disapa Laili itu mengatakan, pelayanan di puskesmas saat ini banyak perkembangan terutama bagi ibu hamil. ”Saya rutin kontrol di sini, dan pasti dilayani dengan baik sekalipun tidak ada dokter pasti ada bidan yang membantu pemeriksaan,” ujar Laili Puasawati.
Kepala Puskemas Sidoarjo dr. Erwin Berthaningrum mengatakan, pemenuhan USG ibu hamil merupakan faktor pendukung untuk pelaksanaan kewajiban enam kali antenatal care atau pelayanan pemeriksaan yang ditujukan kepada ibu hamil. Hal itu untuk memastikan bahwa ibu serta janin dalam kondisi sehat selama masa kehamilan.
”Antenatal care ini dilakukan dengan dua kali pemeriksaan oleh dokter dan USG. USG pertama dilakukan pada kunjungan pertama (K1) atau masa kehamilan antara 0-12 minggu. USG kedua dilakukan pada kunjungan kelima (k5) atau masa kehamilan antara 30-32 minggu,” jelas Erwin Berthaningrum.
Erwin bersyukur dengan adanya program pemenuhan USG 2D di puskesmas, dapat mendukung puskesmas memberikan pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat. Khususnya, untuk antenatal care (ANC) atau kesehatan fisik dan mental ibu hamil.
”Karena ada beberapa kasus hanya bisa diketahui dengan USG, sehingga adanya USG, bisa dilakukan skrining sejak awal,” ucap Erwin Berthaningrum.
Salah satu dokter umum di Puskesmas Sidoarjo dr. Indri Kartika Sari menjelaskan, beberapa skrining yang terdeteksi USG 2D jenis Ultrasonografi (USG) Obstetri Dasar Terbatas.
”Dengan USG jenis obstetri dasar terbatas ini, kami dapat mengetahui biometri janin (pengukuran, nilai normal, akurasi) serta perkiraan tafsiran gerak janin. Adanya USG ini juga diperlukan apakah pasien ada indikasi perlu merujuk ke faskes lanjutan atau tidak,” terang Indri Kartika Sari.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati mengatakan, implementasi fasilitas USG di 30 puskesmas, menggunakan anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) sebanyak 7 USG sedangkan 23 USG lainnya mendapatkan hibah dari kementerian kesehatan (Kemenkes).
”Dalam mengimplementasikan proyek ini, kami mendapatkan hibah dari kemenkes dan juga anggaran DBHCHT,” tambah Fenny Apridawati.
Berikut ke-30 Puskesmas yang terfasilitasi USG 2D :

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
