
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan peletakan batu pertama pembangunan RSUD Surabaya Timur, Kamis (5/10).
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan RSUD Surabaya Timur, Kamis (5/10). Rumah sakit tersebut dibangun di area seluas 1,7 hektare di Jalan Medokan Asri Tengah, Blok RL V, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut.
Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan, pembangunan RS Surabaya Timur sebagai komitmen pemkot dalam pemerataan pelayanan kesehatan. Rumah sakit tersebut sekaligus untuk melengkapi keberadaan dua rumah sakit sebelumnya, yakni RSUD Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH).
”Kami (pemkot) dengan DPRD memiliki visi yang sama untuk membangun kesehatan Surabaya, kami mendirikan Rumah Sakit Surabaya Timur. Sehingga ada pemerataan dalam pelayanan kesehatan di Kota Surabaya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.
Wali Kota Eri juga menyampaikan terima kasih kepada Kejaksaan Tinggi Jatim maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya dan Kejari Tanjung Perak. Sebab, selama ini, pemkot telah dibantu dalam penyelamatan aset yang salah satunya digunakan untuk lahan RSUD Surabaya Timur.
”Selama ini, aset-aset pemkot dan salah satunya untuk bangunan (RSUD) ini diselesaikan dan dibantu kejaksaan. Karena semakin banyak aset yang masuk, kami dengan DPRD semakin banyak memanfaatkan aset itu untuk kepentingan umat yang lebih besar,” ujar Eri.
Wali Kota Eri berharap, RSUD Surabaya Timur tersebut bisa memberikan pelayanan kesehatan lebih maksimal kepada masyarakat. Rencananya, RSUD Surabaya Timur dibangun dengan pelayanan unggulan untuk ibu dan anak.
”Tetap untuk semua penyakit bisa dilayani. Rumah sakit ini ditargetkan tahun depan selesai, sehingga bisa dinikmati dan digunakan untuk melayani warga Surabaya,” tutur Eri.
”Insya Allah warga Surabaya kalau berobat nanti tidak hanya terfokus di BDH dan RSUD Soewandhie. Jadi ada pilihan di Rumah Sakit Surabaya Timur. Semoga dengan rumah sakit ini pelayanan kesehatan lebih maksimal,” ucap Eri Cahyadi.
Sementara itu, Kepala Kejati Jawa Timur Mia Amiati menyampaikan, ground breaking diharapkan bukan sekadar seremonial. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi komitmen nyata bagi seluruh pihak dalam melaksanakan pembangunan RSUD Surabaya Timur.
”Kami berharap seluruh pihak terkait dalam pelaksanaan proyek ini akan melaksanakan kegiatan dengan seluruh tugas, fungsi, peran, dan tanggung jawab wewenang masing-masing sesuai apa yang diatur dalam peraturan undang-undangan (UU),” kata Mia Amiati.
RSUD Surabaya Timur dibangun dengan layanan unggulan ibu dan anak. RSUD itu dibangun dengan luas area sekitar 5,3 hektare. Sementara itu, lahan pembangunan tahap awal, yakni 1,7 hektare.
Pembangunan RSUD Surabaya Timur dengan nilai kontrak Rp 494 miliar tersebut, memiliki jangka waktu pelaksanaan 360 hari kalender. RSUD itu ditargetkan rampung pada akhir September 2024.
RSUD Surabaya Timur memiliki luas bangunan sekitar 37 ribu meter persegi yang terdiri atas dua tower dan podium. Masing-masing tower bangunan itu terdiri atas 8 lantai dan berkapasitas total seluruhnya 257 bed.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
