
RUSAK BERAT: Pekerja memperbaiki salah satu kelas SDN Waru 2 yang rusak kemarin (4/10). Pengerjaan diperkirakan tuntas Desember.
JawaPos.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo tahun ini memperbaiki 38 sekolah yang rusak. Baik TK, SD, maupun SMP. Jika dirata-rata, progres perbaikan puluhan sekolah tersebut saat ini sudah mencapai 70 persen.
Kepala Bidang Pengendalian, Pengawasan, dan Sarana-Prasarana Dinas Dikbud Sidoarjo Heri Purwanto menyatakan bahwa perbaikan dimulai pada Juni lalu.
”Namun, ada juga yang Agustus, bahkan September. Tapi, kalau dirata-rata, sudah 70 persen progres keseluruhannya,” katanya kemarin (4/10).
Namun, ada yang sudah hampir selesai seperti SDN Tambak Sawah, Waru. Di sekolah tersebut, pengecatan sudah tuntas. Tinggal finishing. Namun, ada pula yang masih menyelesaikan struktur bangunan seperti di SDN Waru 2.
”Masa mulainya memang berbeda, tapi targetnya sama, yakni akhir tahun seluruhnya tuntas,” tegasnya.
Di tengah perbaikan sekolah itu, kemarin Dikbud Sidoarjo mengumpulkan operator dari seluruh SMPN di Sidoarjo. Mereka dikenalkan dan dilatih menggunakan aplikasi baru untuk mengidentifikasi kerusakan di setiap sekolah.
”Lewat aplikasi tersebut, pihak sekolah bisa melaporkan jenis kerusakannya,” ungkapnya.
Pelaporan lewat aplikasi itu dilengkapi foto, perincian kondisi kerusakan, dan alamat sekolah. Setelah pelaporan, sistem akan menghitung kerusakan kelas tersebut.
”Sistem dalam aplikasi secara otomatis mengidentifikasi bahwa ruang tersebut rusak sangat berat, berat, sedang, atau ringan sekaligus ada perkiraan kebutuhan anggaran perbaikannya,” terangnya.
Dengan adanya aplikasi tersebut, data yang terinput bisa lebih cepat. Petugas tidak perlu datang ke satu per satu sekolah.
”Dari data pelaporan yang masuk, muncul sekolah mana saja yang prioritas untuk diperbaiki segera dan yang mana yang bisa ditunda sementara,” jelasnya.
Data dari identifikasi aplikasi itu menjadi salah satu dasar pengalokasian anggaran perbaikan sekolah sesuai dengan kondisi riil. Pengembang aplikasi tersebut, Abdul Ghofur, menyatakan bahwa laporan identifikasi itu terekam.
”Ada historinya. Karena itu, sekolah diminta melaporkan rutin,” katanya. Minimal satu kali pelaporan dalam satu semester. Tujuannya, memudahkan dalam mengetahui kondisi ter-update di sekolah. ”Jadi, tiap waktu ada update-nya,” ujarnya. (uzi/c14/ai)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
