Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2023 | 20.02 WIB

Progres Perbaikan 38 Sekolah Rusak di Sidoarjo Capai 70 Persen

RUSAK BERAT: Pekerja memperbaiki salah satu kelas SDN Waru 2 yang rusak kemarin (4/10). Pengerjaan diperkirakan tuntas Desember. - Image

RUSAK BERAT: Pekerja memperbaiki salah satu kelas SDN Waru 2 yang rusak kemarin (4/10). Pengerjaan diperkirakan tuntas Desember.

JawaPos.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo tahun ini memperbaiki 38 sekolah yang rusak. Baik TK, SD, maupun SMP. Jika dirata-rata, progres perbaikan puluhan sekolah tersebut saat ini sudah mencapai 70 persen.

Kepala Bidang Pengendalian, Pengawasan, dan Sarana-Prasarana Dinas Dikbud Sidoarjo Heri Purwanto menyatakan bahwa perbaikan dimulai pada Juni lalu.

”Namun, ada juga yang Agustus, bahkan September. Tapi, kalau dirata-rata, sudah 70 persen progres keseluruhannya,” katanya kemarin (4/10).

Namun, ada yang sudah hampir selesai seperti SDN Tambak Sawah, Waru. Di sekolah tersebut, pengecatan sudah tuntas. Tinggal finishing. Namun, ada pula yang masih menyelesaikan struktur bangunan seperti di SDN Waru 2.

”Masa mulainya memang berbeda, tapi targetnya sama, yakni akhir tahun seluruhnya tuntas,” tegasnya.

Di tengah perbaikan sekolah itu, kemarin Dikbud Sidoarjo mengumpulkan operator dari seluruh SMPN di Sidoarjo. Mereka dikenalkan dan dilatih menggunakan aplikasi baru untuk mengidentifikasi kerusakan di setiap sekolah.

”Lewat aplikasi tersebut, pihak sekolah bisa melaporkan jenis kerusakannya,” ungkapnya.

Pelaporan lewat aplikasi itu dilengkapi foto, perincian kondisi kerusakan, dan alamat sekolah. Setelah pelaporan, sistem akan menghitung kerusakan kelas tersebut.

”Sistem dalam aplikasi secara otomatis mengidentifikasi bahwa ruang tersebut rusak sangat berat, berat, sedang, atau ringan sekaligus ada perkiraan kebutuhan anggaran perbaikannya,” terangnya.

Dengan adanya aplikasi tersebut, data yang terinput bisa lebih cepat. Petugas tidak perlu datang ke satu per satu sekolah.

”Dari data pelaporan yang masuk, muncul sekolah mana saja yang prioritas untuk diperbaiki segera dan yang mana yang bisa ditunda sementara,” jelasnya.

Data dari identifikasi aplikasi itu menjadi salah satu dasar pengalokasian anggaran perbaikan sekolah sesuai dengan kondisi riil. Pengembang aplikasi tersebut, Abdul Ghofur, menyatakan bahwa laporan identifikasi itu terekam.

”Ada historinya. Karena itu, sekolah diminta melaporkan rutin,” katanya. Minimal satu kali pelaporan dalam satu semester. Tujuannya, memudahkan dalam mengetahui kondisi ter-update di sekolah. ”Jadi, tiap waktu ada update-nya,” ujarnya. (uzi/c14/ai)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore