
Tenaga kesehatan membawa peti jenazah di TPU Keputih Surabaya. Istimewa
JawaPos.com–Jika 20 tahun lalu banyak angkot masih mengaspal di jalan-jalan Surabaya. Kini, kondisi itu berbalik 360 derajat. Warna-warni angkot tak lagi terlihat wara-wiri di Kota Pahlawan.
Kepala Dinas Perhubungan Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, kendala yang dihadapi pengusaha angkot adalah menurunnya pendapatan. Sehingga, tidak mampu melakukan perbaikan dan peremajaan kendaraan.
Di samping itu, menurut dia, ada kekhawatiran pemilik angkot jika harus berbadan hukum/berbentuk koperasi karena beranggapan kendaraan akan menjadi aset koperasi.
”Sebetulnya pemilik angkot tidak perlu khawatir hal tersebut karena bukti kepemilikan dan surat keterangan kepemilikan angkot tetap dipegang pemilik angkot yang bersangkutan,” ujar Tundjung Iswandaru.
Dia menjelaskan, Dinas Perhubungan mengimbau pemilik angkot agar mengoperasikan angkutan secara laik jalan. Secara bertahap pihaknya akan melakukan pencabutan izin trayek bagi yang tidak memenuhi kelaikan jalan dan tidak memperpanjang izin trayek.
”Tentunya hal tersebut akan disosialisasikan lebih dahulu kepada segenap pengusaha angkot maupun ketua organisasi angkutan umum di Kota Surabaya,” jelas Tundjung.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
