Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 18.07 WIB

203 Stan Pasar Kota Gresik Tutup karena Kalah Bersaing dengan Online

KURANG MENARIK: Suasana lapak pedagang di dalam Pasar Kota yang semakin sepi pengunjung. Padahal, harga barang-barang yang dijual relatif terjangkau. - Image

KURANG MENARIK: Suasana lapak pedagang di dalam Pasar Kota yang semakin sepi pengunjung. Padahal, harga barang-barang yang dijual relatif terjangkau.

JawaPos.com - Eksistensi Pasar Kota Gresik semakin hari semakin turun. Banyak kios di pasar tersebut yang memilih tutup lantaran daya beli masyarakat turun drastis. Penyebabnya, kalah bersaing dengan e-commerce.

Di Pasar Kota, sebetulnya ada banyak jenis dagangan. Mulai makanan, barang rumah tangga, hingga pakaian. Namun, yang paling terdampak adalah stan pakaian.

Gholib, salah seorang pedagang pakaian, mengakui bahwa daya beli masyarakat saat ini makin menurun. Apalagi saat hari-hari biasa. Kalaupun ramai, itu pada saat momen tertentu seperti menjelang hari raya atau anak masuk sekolah ’’Di hari biasa sepi. Tinggal beberapa stan yang tersisa,” ucapnya.

Menurut dia, menurunnya daya beli masyarakat tersebut disebabkan pengaruh belanja online. Padahal, dari segi harga dan kualitas, barang yang dijual di Pasar Kota tidak kalah. Dia berharap ada strategi dari pemerintah untuk kembali menghidupkan Pasar Kota.

’’Entah itu memperbaiki fasilitasnya atau seperti apa agar masyarakat itu tertarik belanja di sini,” ujarnya.

Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag (Diskoperindag) Pemkab Gresik mengakui turunnya daya beli di Pasar Kota. Banyak pedagang yang tidak mengikuti zaman. Para pedagang di Pasar Kota masih mengandalkan penjualan secara langsung.

’’Memang, selama ini belum ada pedagang yang mengarah ke online. Padahal, sebetulnya bisa merambah pasar online sembari berjualan di pasar,” ucap Kepala Diskoperindag Pemkab Gresik Malahatul Farda.

Farda tidak menampik apabila kondisi pasar kota sekarang ini tidak seramai dulu. Jika ramai, itu adalah stan makanan atau perabot rumah tangga. Selain itu, para pedagang tidak cepat regenerasi.

’’Kebanyakan pedagang di sana merupakan orang lama. Sehingga belum merambah pasar online itu,” katanya.

Berdasar data diskoperindag, total ada 818 stan di Pasar Kota. Di antara jumlah itu, 203 stan kosong. Lebih terperinci, ada 104 stan yang kosong di lantai 1 dan 99 stan kosong di lantai 2.

Ke depan memang sudah ada rencana untuk memetakan pedagang di Pasar Kota. Sebab, di sana bukan hanya pedagang pakaian, melainkan juga ada pedagang lain.

Nanti dari pemetaan itu, pemerintah membantu mengarahkan pedagang untuk merambah marketplace. Jadi, apa pun barang milik pedagang Pasar Kota yang bisa dijual secara online akan diarahkan ke sana.

’’Tapi ini juga berat karena rata-rata pedagang di sana masih kurang paham dengan teknologi. Ini kami bantu nantinya,” pungkasnya. (son/c12/diq)

JADI TEMPAT MENGAIS REZEKI

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore