
KURANG MENARIK: Suasana lapak pedagang di dalam Pasar Kota yang semakin sepi pengunjung. Padahal, harga barang-barang yang dijual relatif terjangkau.
JawaPos.com - Eksistensi Pasar Kota Gresik semakin hari semakin turun. Banyak kios di pasar tersebut yang memilih tutup lantaran daya beli masyarakat turun drastis. Penyebabnya, kalah bersaing dengan e-commerce.
Di Pasar Kota, sebetulnya ada banyak jenis dagangan. Mulai makanan, barang rumah tangga, hingga pakaian. Namun, yang paling terdampak adalah stan pakaian.
Gholib, salah seorang pedagang pakaian, mengakui bahwa daya beli masyarakat saat ini makin menurun. Apalagi saat hari-hari biasa. Kalaupun ramai, itu pada saat momen tertentu seperti menjelang hari raya atau anak masuk sekolah ’’Di hari biasa sepi. Tinggal beberapa stan yang tersisa,” ucapnya.
Menurut dia, menurunnya daya beli masyarakat tersebut disebabkan pengaruh belanja online. Padahal, dari segi harga dan kualitas, barang yang dijual di Pasar Kota tidak kalah. Dia berharap ada strategi dari pemerintah untuk kembali menghidupkan Pasar Kota.
’’Entah itu memperbaiki fasilitasnya atau seperti apa agar masyarakat itu tertarik belanja di sini,” ujarnya.
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perindag (Diskoperindag) Pemkab Gresik mengakui turunnya daya beli di Pasar Kota. Banyak pedagang yang tidak mengikuti zaman. Para pedagang di Pasar Kota masih mengandalkan penjualan secara langsung.
’’Memang, selama ini belum ada pedagang yang mengarah ke online. Padahal, sebetulnya bisa merambah pasar online sembari berjualan di pasar,” ucap Kepala Diskoperindag Pemkab Gresik Malahatul Farda.
Farda tidak menampik apabila kondisi pasar kota sekarang ini tidak seramai dulu. Jika ramai, itu adalah stan makanan atau perabot rumah tangga. Selain itu, para pedagang tidak cepat regenerasi.
’’Kebanyakan pedagang di sana merupakan orang lama. Sehingga belum merambah pasar online itu,” katanya.
Berdasar data diskoperindag, total ada 818 stan di Pasar Kota. Di antara jumlah itu, 203 stan kosong. Lebih terperinci, ada 104 stan yang kosong di lantai 1 dan 99 stan kosong di lantai 2.
Ke depan memang sudah ada rencana untuk memetakan pedagang di Pasar Kota. Sebab, di sana bukan hanya pedagang pakaian, melainkan juga ada pedagang lain.
Baca Juga: Diperiksa Delapan Jam, Amanda Manopo Dicecar 34 Pertanyaan Terkait Dugaan Promosi Judi Online
Nanti dari pemetaan itu, pemerintah membantu mengarahkan pedagang untuk merambah marketplace. Jadi, apa pun barang milik pedagang Pasar Kota yang bisa dijual secara online akan diarahkan ke sana.
’’Tapi ini juga berat karena rata-rata pedagang di sana masih kurang paham dengan teknologi. Ini kami bantu nantinya,” pungkasnya. (son/c12/diq)
JADI TEMPAT MENGAIS REZEKI

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
