Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Oktober 2023 | 22.23 WIB

Khofifah Ingin Penghafal Alquran Belajar Sains dan Minta Orang Tua Waspadai Kampanye Halus LGBT

CETAK DOKTER SEKALIGUS HAFIZ: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam hafiah dan wisuda khatmil Quran di Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri, Sabtu (30/9). - Image

CETAK DOKTER SEKALIGUS HAFIZ: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam hafiah dan wisuda khatmil Quran di Ponpes Al Falah, Ploso, Kediri, Sabtu (30/9).

JawaPos.com – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta para penghafal Alquran (hafiz dan hafizah) untuk tak berhenti belajar. Selain menghafal Alquran, mereka perlu belajar tentang sains dan teknologi.

Khofifah menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri haflah dan wisuda khatmil Quran di Pondok Pesantren Tarbiyatul Qur’an Al Falah, Ploso, Kabupaten Kediri, Sabtu (30/9) malam. Total, ada 421 santriwati yang mengikuti haflah dan wisuda khatmil Quran. Mereka terdiri atas khotimat bil ghoib 23 wisudawati, khotimat bin nadhor 100 wisudawati, dan khotimat juz amma 298 wisudawati.

Khofifah juga bercerita mengenai kisah Ibnu Sina, tokoh Islam yang dikenal sebagai hafiz sekaligus ahli kedokteran dan astronomi. ”Saya berharap semuanya bisa menjadi penerus Ibnu Sina,” tutur Khofifah.

Mengikuti jejak Ibnu Sina memang tak mudah. Perlu dukungan dari para ustad dan ustadah. ”Jadi, para ustadah yang sehari-hari menerima setoran hafalan para santriwati mulai sekarang bisa menilai dan mempersiapkan santri-santrinya guna memanfaatkan peluang tersebut. Diklasifikasi sesuai dengan talenta dan minatnya, baik coding, AI, maupun ilmu sains lainnya, khususnya kedokteran,” kata Khofifah.

Ketua umum PP Muslimat NU itu menyebut bahwa dukungan terhadap para penghafal Alquran cukup besar. Buktinya, ada banyak beasiswa yang diberikan. Sejumlah kampus menawarkan beasiswa untuk hafiz dan hafizah.

”Kenapa hafiz/hafizah? Karena menurut Pak Rektor, hafiz/hafizah memiliki keunggulan dalam memori menghafal. Ini merupakan potensi yang sangat dibutuhkan dalam dunia kedokteran, termasuk untuk menghafal bahasa coding hingga mempelajari artificial intelligence,” jelas Khofifah.

Dia juga berpesan agar para wisudawan terus menjaga karakter dan moral bangsa. Caranya, mengamalkan ilmunya ketika sudah selesai dari pondok pesantren. Ini penting agar karakter dan moralitas generasi muda tetap terjaga dari gempuran nilai-nilai yang bertentangan dengan Islam dan kemanusiaan.

Misal, terkait dengan kampanye LGBT. Gubernur Khofifah mengingatkan, saat ini kampanye LGBT marak dilakukan dengan sangat halus. Dia memiliki beberapa contoh aksesori berupa gelang yang jamak dipakai muda-mudi. Di gelang itu terdapat tulisan ”transgender”, ”biseks”, dan istilah-istilah LGBT lainnya.

Bukan hanya itu, kampanye LGBT juga dijumpai pada tayangan kartun-kartun. Siapa yang menyangka tayangan untuk anak-anak tersebut disusupi nilai-nilai yang ingin menormalisasi LGBT di Indonesia. ”Kepada orang tua, tolong dijaga semua putra-putri kita dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menandatangani plakat peresmian gedung baru Ponpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah, Ploso, Kediri. Sejumlah tokoh dan ulama turut hadir. Di antaranya, Ketua Umum MUI KH Muhammad Anwar Iskandar, Ketua PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar, pengasuh Ponpes Al Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli, dan Ibu Nyai Hj Lailatul Badriyah. (hen/c14/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore