
Ilustrasi perpustakaan tingkatkan minat baca masyarakat Kota Surabaya.
JawaPos.com–Pemkot Surabaya berkomitmen meningkatkan literasi atau minat baca tulis masyarakat. Salah satu upaya itu dilakukan dengan menyediakan beragam kemudahan akses layanan literasi yang tersebar di Kota Pahlawan.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya Novelija mengatakan, saat ini terdapat dua perpustakaan umum milik pemkot yang bisa diakses gratis. Kedua perpustakaan umum milik pemkot itu telah terakreditasi Perpustakaan Nasional.
”Lokasinya berada di Alun-alun Balai Pemuda dan Rungkut Asri Tengah Surabaya,” kata Novelija, Rabu (27/9).
Menurut dia, selain menyediakan layanan literasi dengan lokasi menetap, pemkot juga memiliki 5 perpustakaan mobil keliling. Tak hanya itu, layanan literasi juga tersedia melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar di Balai RW.
”Saat ini, kita punya sekitar 500 TBM di seluruh Kota Surabaya. Ada di Balai RW, hingga kantor kelurahan atau kecamatan,” kata Noveli, panggilan Novelija.
Dia menyatakan, Dispusip Surabaya berkomitmen menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang menarik untuk dikunjungi. Karena itu, pihaknya tak sekadar menyediakan koleksi buku bacaan, tetapi juga berbagai kegiatan dan layanan.
”Kita sediakan beberapa kegiatan, seperti dongeng, wisata buku, dan sebagainya. Di perpustakaan Balai Pemuda misalnya, tersedia layanan English Corner, Korea Corner, Disleksia Corner, hingga BI Corner,” ungkap Noveli.
Sedangkan terkait dengan buku, Noveli menyatakan, terus menambah jumlah koleksi buku. Di perpustakaan, pengadaan buku tidak hanya diadakan melalui anggaran pemkot. Tetapi juga banyak di antaranya yang berasal dari para donatur.
”Kita ada banyak koleksi buku, ada buku filsafat psikologi, agama, sosial, bahasa, hobi, hingga ilmu terapan. Selain koleksi bukunya tambah banyak, tambah bagus, kegiatan-kegiatan yang kita siapkan itu yang menarik pengunjung,” papar Novelija.
Noveli mengungkapkan, saat ini jumlah kunjungan di setiap perpustakaan umum milik Pemkot Surabaya terbanyak bisa mencapai 52 ribu orang per bulan. Sedangkan jumlah pengunjung paling rendah mencapai 31 ribu orang per bulan.
”Kita per bulan paling banyak 52 ribu pengunjung di satu tempat perpustakaan umum. Kemudian kunjungan ke perpustakaan paling sedikit 31 ribu, mungkin saat liburan panjang atau bulan puasa,” terang Novelija.
Noveli mengakui, tingginya jumlah pengunjung di perpustakaan umum milik pemkot tidak lepas dari berbagai layanan yang disediakan Dispusip Surabaya.
”Program di perpustakaan macam-macam, belum lagi lomba-lomba. Jadi, perpustakaan sekarang bukan identik lagi hanya dengan datang, membaca, dan diam (tidak berisik),” tutur Noveli.
Sementara itu, pustakawan yang sekaligus Pengelola Perpustakaan Balai Pemuda Surabaya Erna Farida menambahkan, jumlah kunjungan mulai meningkat pasca pandemi Covid-19.
”Karena saat pandemi, perpustakaan kan sempat tidak boleh buka. Sempat kita buka namun kunjungan dibatasi untuk protokol kesehatan,” ujar Erna Farida.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
