
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil menekan angka stunting.
JawaPos.com–Kerja keras dan kerja nyata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menekan angka stunting di Kota Surabaya terbukti berhasil.
Surabaya menjadi kota dengan angka stunting terendah secara nasional atau terendah se-Indonesia. Capaian tersebut tidak lepas dari berbagai program yang dijalankan Pemkot Surabaya bersama seluruh stakeholder.
Berdasar Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, prevalensi stunting di Surabaya tercatat di level 4,8 persen (923 balita). Padahal, pada 2021 masih tercatat sebanyak 28,9 persen (6.722 balita).
Angka itu menurun signifikan pada akhir 2022 menjadi 4,8 persen (923 balita). Selanjutnya pada 2023, angka kasus stunting terus menurun.
SSGI juga mendata prevalensi stunting secara nasional pada 2022, rata-rata masih berada di level 21 persen. Sedangkan berdasar bulan penimbangan serentak, prevalensi stunting di Surabaya pada 2022 hanya tinggal 1,22 persen.
”Sejak awal diamanahi sebagai wali kota, kami langsung tancap gas soal mengatasi stunting. Presiden Jokowi dan Ibu Megawati selalu pesan soal pentingnya penanganan stunting, karena ini soal masa depan generasi penerus kita, generasi emas pada 2045. Tahun ini kita terus bergerak karena kita ingin tahun ini, Surabaya zero stunting,” kata Wali Kota Eri.
Dia menceritakan, setelah dilantik menjadi Wali Kota Surabaya, fokus menekan angka stunting. Dimulai dari pendataan, setiap calon pengantin langsung terdeteksi data kesehatannya. Semua data terintegrasi antara Kantor Kementerian Agama dan Puskesmas. Itu penting untuk mempermudah dan mengetahui orang-orang yang memiliki risiko kekurangan gizi.
”Jadi langsung ketahuan, bagaimana lingkar lengan atas dan indeks massa tubuh calon pengantinnya. Ini penting untuk tahu apakah ada risiko kekurangan energi kronis atau kekurangan gizi, sehingga ada antisipasi. Di situlah Puskesmas melakukan intervensi, bisa berupa tambahan gizi dan sebagainya,” jelas Eri.
Selain itu, pihaknya juga rutin setiap minggu sekali membagikan sekaligus menyosialisasikan manfaat Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri di sekolah-sekolah dan bisa diambil di puskesmas. Ada pula giat Krida Gizi yang dilakukan Saka Bakti Husada dan pemeriksaan kesehatan pada anak usia sekolah.
Dia menambahkan, pemkot juga melakukan sosialisasi kepada calon pengantin (catin) melalui program pendampingan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Di dalam program ini, catin akan mendapatkan beberapa pelayanan, mulai dari pelayanan gizi dan kesehatan hingga konseling.
Pemkot menggandeng Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk melakukan penyuluhan dan pemantauan kesehatan kepada sasaran yang berisiko stunting.
Selain pendampingan bagi pasangan catin, juga ada pendampingan untuk ibu dan balita. Para ibu yang baru memiliki anak usia balita diberikan penyuluhan pemberian makanan tambahan (PMT). Selain itu, juga ada pemberian pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK) berdasar resep dokter spesialis anak kepada balita malnutrisi atau dengan penyakit tertentu.
”Ada pula pemberian taburan ceria (Taburia) multivitamin dan mineral untuk balita, memberikan menu sehat pada ibu balita serta mempraktikkan demo memasak makanan sehat. Bahkan, ada pula program pemberian permakanan stunting, Kampung ASI, Jago Ceting yang digerakkan bersama PKK dan lintas sektor, imunisasi, aksi konvergensi penanganan stunting dan masih banyak lainnya,” ucap Eri.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
