
Kejari Sidoarjo musnahkan barang bukti dan rampasan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) pada Selasa (26/9).
JawaPos.com–Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo gelar pemusnahan barang bukti dan rampasan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) di halaman kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo pada Selasa (26/9). Barang-barang tersebut disita dari warga yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat kepemilikan.
Pemusnahan dilakukan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali berharap acara itu membuat Sidoarjo menjadi kabupaten dengan intensitas kejadian kriminal semakin minim bahkan hilang.
”Semoga apa yang kita lakukan menjadi penyemangat kita untuk menciptakan Kabupaten Sidoarjo yang aman, nyaman, bebas, dan bersih dari narkoba, serta lebih baik lagi,” tegas Ahmad Muhdlor Ali.
Selain itu, Bupati dengan sapaan akrab Gus Muhdlor juga menyampaikan, momen kali ini menjadi fondasi awal untuk memastikan bahwa keberlanjutan pemerintahan dengan regulasi-regulasinya (aturannya) harus berjalan dengan baik.
”Saya berharap kepada Kejaksaan Negeri, Kodim 0816 serta kepolisian tetap menjadi pionir terdepan dalam hal penertiban setiap regulasi, salah satunya peredaran rokok ilegal yang saat ini masih masif agar diperketat lagi sehingga penerimaan negara dari cukai dapat lebih optimal,” jelas Ahmad Muhdlor Ali.
Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo Roy Rovalino Herudiansyah mengatakan, Forkopimda Kabupaten Sidoarjo saat ini memusnahkan barang bukti senjata api rakitan yang sudah berkekuatan hukum.
”Selain senjata api, petugas juga memusnahkan barang-bukti lain yang sudah berkekuatan hukum tetap,” kata Roy Rovalino Herudiansyah.
Dia memaparkan, yang dimusnahkan berupa narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,46 kilogram, ganja 1,3 kilogram, ekstasi 20 butir, dan pil dobel L sekitar 3 ribu butir.
”Selain itu, beberapa barang bukti lain yang dimusnahkan berupa rokok ilegal sebanyak 3 ribu slop, jamu herbal 4 ribu botol, serta minuman keras sebanyak 6 ribuan botol,” ujar Roy Rovalino Herudiansyah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
