
TAK KELIHATAN AIRNYA: Sampah memenuhi Sungai Pelayaran di Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, Senin (25/9).
JawaPos.com – Sungai Pelayaran di Desa Tawangsari, Kecamatan Taman, penuh sampah. Tepatnya, di dekat pintu air Desa Tawangsari. Akibat sampah menumpuk, warga terpapar bau busuk yang sangat menyengat.
Warga RT 2, RW 11, Desa Tawangsari, Winarno menyebut sudah sekitar satu setengah bulan sungai itu tidak dibersihkan. Imbasnya, sampah yang bercampur lumpur menumpuk di titik dekat pintu air tersebut.
’’Baunya menyengat. Kami takut itu limbah. Harapannya bisa segera dibersihkan,’’ kata Winarno.
’’Ini juga kan mau musim hujan. Perlu dikeruk agar nanti aliran air tidak sampai meluber. Sebab, samping sungai ini berbatasan langsung dengan jalan dan halaman rumah warga,’’ lanjutnya.
Kabid Ketersediaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Suprayitno mengakui, sungai tersebut memang kerap dipenuhi sampah dan enceng gondok.
Dia menyebut kondisi itu bukannya dibiarkan. Rencananya, sungai tersebut dibersihkan, tapi secara bertahap. Saat ini pembersihan masih dilakukan di Sungai Pelayaran sisi selatan dan barat.
’’Proses pembersihan masih sampai di Desa Krembangan, Kecamatan Taman. Ada pengerukan di sana. Prosesnya bertahap nanti ke titik yang penuh sampah di Tawangsari,’’ kata Prayit.
Menurut dia, pembersihan idealnya tidak hanya dilakukan di satu titik. Namun, menyeluruh hingga di bagian hulu sungai. ’’Karena itu, pembersihan dilakukan bergiliran dan bertahan di titik-titik yang kotor,’’ katanya.
Apakah ada indikasi sebagai tempat pembuangan limbah? Prayit menyatakan belum bisa memastikan hal tersebut. Sebab, harus ada penelitian dan pengecekan yang mendalam.
Namun, berdasar pengamatan sementara, yang terlihat hanya endapan sungai, sampah, dan enceng gondok. Beberapa enceng gondok yang mati dan hanyut di sungai juga membusuk.
Prayit mengatakan, sungai tersebut menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Namun, pihaknya mengupayakan tetap ada penanganan dari dinasnya.
Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengungkapkan, upaya normalisasi di titik tersebut mulai dilaksanakan minggu depan. Normalisasi dilakukan sepanjang 2 kilometer.
’’Ada pengangkatan sampah dan sedimen sungai. Nanti sampah dibuang di spoil bank yang sudah di siapkan di tiap desa,’’ ujarnya.
Dwi menuturkan, penanganan sampah dilakukan sejak hilir sungai. Artinya, desa sekitarnya seperti Krembangan dan Tanjungsari juga dinormalisasi.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
