
PADAT MERAYAP: Ruas Jalan Diponegoro macet kemarin (28/8) pagi. Kepadatan itu disebabkan aspal naik imbas penggantian pipa PDAM.
JawaPos.com – Aspal di Jalan Diponegoro, tepatnya selepas turunan flyover (FO) Pasar Kembang, terangkat naik. Dari keterangan petugas di lapangan, kejadian itu dipicu dampak proyek rehabilitasi jaringan pipa PDAM Surya Sembada Surabaya.
Insiden naiknya permukaan aspal itu diketahui sejak kemarin (28/8) dini hari) Sekitar pukul 02.00, pengguna jalan yang tengah melintas di Jalan Diponegoro kaget karena aspal tiba-tiba terangkat. Mereka berusaha menghindari gundukan aspal tersebut. Bahkan, seorang pengendara Syaifullah Bagus sempat kehilangan kendali saat melewati titik itu.
Beruntung, dia tak sampai jatuh. ”Tidak kelihatan, tiba-tiba motore terbang. Setelah saya, juga ada mobil yang langsung banting setir,” ucapnya saat ditemui di lokasi.
Tak jauh, sekitar 100 meter dari gundukan aspal itu, Bagus melihat beberapa petugas PDAM tengah bekerja. Bagus berharap petugas segera membenahi jalur tersebut. Paling tidak, titik yang naik itu dipasangi penanda atau rambu peringatan.
”Bikin bahaya, dulu juga pernah kejadian kan yang aspal naik, jaraknya juga enggak jauh,” terang Bagus.
Pada awal Agustus, aspal Jalan Pasar Kembang naik. Permukaan jalan itu mencuat hingga 30 cm dan mengeluarkan lumpur. Kejadian tersebut disebabkan proyek rehabilitasi jaringan PDAM. Saat pagi, lokasi aspal yang terangkat itu sudah ditutupi seng. Pekerja tampak membenahi jalan yang rusak tersebut. Itu memicu kepadatan lalu lintas.
KBO Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Satriyono menyatakan, jalan itu macet sejak pukul 06.00. Petugas segera melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup jalur bawah flyover dan arah Jalan Kartini. ”Mulai lengang sekitar pukul 10.15, petugas tetap berjaga di lokasi,” ucapnya.
Menurut Satriyono, PDAM baru berkoordinasi setelah lalu lintas padat. Padahal, apabila lebih awal, kemacetan bisa dicegah. Seusai berkomunikasi dengan petugas proyek PDAM, aspal yang terangkat itu disebabkan aktivitas pengeboran.
Saat mengebor, mata bor menyentuh pipa lawas. Alhasil, pengerjaan harus terhenti sementara. ”Mereka khawatir ada semburan lagi seperti yang sebelumnya di Pasar Kembang. Kami dapat info kepadatan dari masyarakat juga,” tuturnya.
Penyambungan pipa air rampung pada tengah hari. Berlanjut pengaspalan jalan. ”Mereka menjanjikan hari ini (kemarin) rampung pengaspalan. Supaya tidak bikin macet,” jelas Satriyono.
Pakar geologi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Amien Widodo menjelaskan, insiden terangkatnya aspal di Jalan Diponegoro bisa saja disebabkan tanah yang sudah sangat padat.
Pengeboran dengan teknik horizontal directional drilling (HDD) mendorong permukaan tanah ke atas akibat tekanan berlebih. Salah satu solusinya menggunakan metode pengerjaan dari permukaan.
”Tapi, bakal semakin lama dan mengganggu masyarakat, seperti simalakama,” katanya. (dho/c6/aph)
DIPICU PENGEBORAN PIPA PDAM
- Aspal di Jalan Diponegoro mulai terangkat sejak kemarin (28/8) dini hari.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
