Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Agustus 2020 | 00.17 WIB

Polrestabes Surabaya sebut Korban Gilang Bungkus Mencapai 25 Orang

PENGEMBANGAN PENYIDIKAN: Kapolrestabes Surabaya Kombespol Johnny Eddizon Isir (kiri), Gilang, dan Kabaghumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko saat rilis pengungkapan perkara. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

PENGEMBANGAN PENYIDIKAN: Kapolrestabes Surabaya Kombespol Johnny Eddizon Isir (kiri), Gilang, dan Kabaghumas Polda Jatim Kombespol Trunoyudo Wisnu Andiko saat rilis pengungkapan perkara. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com – Kasus Gilang Aprilian Nugraha Pratama terus diusut. Penyidik tengah mendalami adanya dugaan pelecehan fisik atau secara langsung dari pemuda 22 tahun tersebut. ”Masih dikembangkan terus,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran Senin (10/8).

Sudamiran menuturkan, korban pelecehan seksual tersangka tidak sedikit. Gilang dalam proses penyidikan menyebut korbannya mencapai 25 orang. Dari jumlah itu, penyidik sejauh ini baru me meriksa tiga orang. ”Yang men jadi pelapor,” ungkapnya.

Menurut dia, penyidik masih berusaha menghubungi korban lain. Bukan tidak mungkin dalam prosesnya muncul temuan baru. Termasuk, dugaan pelecehan secara langsung. ”Bukti sementara baru secara virtual, tidak kontak langsung,” terangnya.

Sudamiran mengatakan bahwa kemungkinan adanya pelecehan secara langsung cukup terbuka. Jika memang ditemukan, penyi dik sangat mungkin menam bahkan pasal yang disangkakan ke pada tersangka. Di antaranya pasal 281 atau 289 KUHP tentang Ke jahatan Asusila. ”Nanti ber gan tung dari proses pengem bang an,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengung kap kan, latar belakang penyim pangan seksual tersangka juga akan didalami. Gilang akan di bawa ke psikiater Rabu mendatang (12/8). ”Di Polda,” ucap polisi dengan dua melati di pun dak itu.

Dalam pemeriksaan tersebut, yang dicari bukan hanya faktor gairah seksualnya melihat orang terbungkus. Namun, juga kondisi kejiwaannya secara keseluruhan. ”Jadwal pemeriksaan ke psikiater sudah dibuat. Ditunggu saja ha silnya,” katanya.

Kanitresmob Polrestabes Su rabaya Iptu Arief Ryzki Wicaksana menambahkan, laporan polisi (LP) perkara itu belum bertambah. Hingga saat ini jumlahnya masih tiga. Namun, dia mempre diksi akan ada korban yang kem bali melapor. ”Karena fakta nya memang cukup banyak,” tuturnya.


Arief berharap korban pele cehan seksual tersangka mau mem buat laporan. Dengan begitu, penanganan perkaranya menjadi mak simal. ”Kami tidak hanya menunggu. Tetapi, juga proaktif dengan sudah mengirim pesan ke beberapa akun yang di duga sebagai korban,” paparnya.

Sebagaimana diberitakan, kasus itu diusut polisi setelah viral di media sosial (medsos). Gilang diburu setelah beberapa korbannya membuat unggahan pengakuan. Gilang dalam aksinya meminta para korbannya membungkus diri dengan kain melalui pesan di WhatsApp. Dalihnya untuk keperluan riset. Dia membubuhkan ancaman saat meminta.

Mantan mahasiswa PTN di Surabaya itu mengaku mengidap penyakit vertigo. Dia bisa bunuh diri kalau permintaannya tidak dituruti. Diketahui, permintaan tersebut tidak ada kaitan dengan riset. Gilang menjadikan bung kusan manusia itu untuk fantasi seksual. Gilang akhirnya diring kus di kampung halamannya. Dia ditangkap di Kapuas, Kalimantan Barat.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=6l3ne-DM0_s

 

https://www.youtube.com/watch?v=MlLlFBcsqBM

 

https://www.youtube.com/watch?v=NuSZjiXAg8U

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore