
Aliansi Pekerja Seni melakukan aksi di balai kota pada Rabu (5/8) menuntut pemkot menerbitkan peraturan yang merangkul kegiatan seni. Rafika Rachma Maulidini Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Balai Kota Surabaya dipenuhi mobil penuh bunga, lengkap dengan sound system yang berjajar pada Rabu (5/8). Bukan sedang mengadakan pawai, Pemerintah Kota Surabaya kedatangan massa aksi dari Aliansi Pekerja Seni Jawa Timur.
Lebih dari 1.000 orang dari berbagai latar belakang seni melakukan demonstrasi sambil melakukan pertunjukkan seni. Mereka menuntut pemkot mencabut Perwali 33 Tahun 2020 dan memperbolehkan kegiatan atau hajatan dari tingkat RT/RW sampai kota.
Hadi Saputra, ketua Paguyuban Sound System yang juga menjadi wakil koordinator aksi mengatakan, awalnya tidak berencana melakukan aksi. ”Kami mengajukan hearing ke Komisi A DPRD dan Dinas Pariwisata. Tapi ternyata mereka nggak bisa melakukan apapun karena tidak ada SK dari Bu Wali Kota,” tutur Hadi.
Menurut dia, ribuan pekerja seni hadir setelah enam bulan lebih merasa dianaktirikan pemerintah. ”Kalau memang wali kota memperhatikan semua warganya, kenapa cuma mall dan hotel yang dibuka. Diskotek juga boleh dibuka secara terbatas, tapi hajatan dan kegiatan seni benar-benar dilarang,” ungkap Hadi.
Hadi menuntut wali kota untuk menerbitkan SK agar pekerja seni bisa kembali berkegiatan. Pihaknya merencanakan aksi lanjutan karena belum ada solusi dari pemkot. ”Hari ini lebih dari 1.000 demonstran turun. Aksi berikutnya, bisa lebih banyak karena seluruh pekerja seni dari Jawa Timur bakal datang,” ujar Hadi.
Pada aksi demonstrasi itu kelompok Singo Sekar Budoyo menampilkan 20 penari jaranan dan tiga reog. Salah seorang demonstran, Monica Mentul dari MC Wani Suroboyo menyayangkan pemkot yang cenderung bersikap diskriminatif dan acuh terhadap pekerja seni.
”Selama pandemi covid-19, belum ada peraturan yang merangkul pekerja seni. Kesannya seperti dilupakan. Padahal kami juga bisa bekerja di bawah protokol kesehatan,” ucap Monica.
Dia mengakui kedatangannya dalam aksi itu bukan hanya untuk menuntut, tapi juga meminta solusi.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, wali Kota Surabaya belum menemui demonstran dan belum ada tanggapan lebih lanjut.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=iYNk8Lpegh8
https://www.youtube.com/watch?v=VtZryA9CL0o
https://www.youtube.com/watch?v=D3ZqQT4Keww

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
